Kapan Gigi Bayi Mulai Tumbuh?

Tunas gigi sebenarnya sudah ada semenjak bayi ada dalam kandungan. Ketika ia lahir, maka gigi bayi akan tumbuh secara bertahap dengan urutan sebagai berikut :

6 sampai 12 bulan: insisivus sentral (gigi tepat di tengah rahang di bagian atas dan bawah)
9 sampai 12 bulan: gigi seri lateral (gigi di sebelah gigi insisivus sentral)
16 sampai 22 bulan: anjing (cuspids)
13 sampai 19 bulan: gigi geraham pertama
25 sampai 33 bulan: gigi geraham kedua
Kebanyakan anak memiliki semua gigi utama mereka pada usia tiga tahun. 

Hal yang perlu Moms perhatikan adalah gejala tumbuh gigi ini bisa muncul 2 atau 3 bulan sebelum waktu tumbuh gigi, lho! Ini dia tanda-tandanya:

Bayi Suka Menggigit Sesuatu

Gejala tumbuh gigi akan membuat bayi menjadi si tukang gigit, gigit gigit gigit! Jika bayi sudah mulai sering menggigit apa saja yang ia temui, bahkan saat menyusu maka tandanya sebentar lagi si kecil akan punya gigi.

Moms yang sedang menyusui bisa menyelipkan jari saat bayi mulai akan menggigit dan beritahu dia jika gigitannya membuat ibu kesakitan. Untuk membuatnya nyaman, kamu juga bisa menyediakan mainan khusus untuk digigit (teether). Pilih mainan yang terbuat dari bahan yang aman untuk bayi ya, Moms.
 

baca juga

Mengeluarkan Air Liur Lebih Banyak dari Biasanya

Bayi ngeces? Ah itu biasa ya, Moms. Tapi ada saat-saat air liur keluar lebih sering dan lebih banyak dari biasanya lho. Saat bayi akan tumbuh gigi, produksi air liur memang lebih banyak sehingga ia terus-terusan mengeces. Jika Moms tidak segera membersihkannya, air liur ini bisa membuat leher dan dagu bayi ruam-ruam. Gunakan celemek yang mudah menyerap air liurnya ya, Moms. 

Tidur Tidak Nyenyak Terutama di Malam Hari

Gejala tumbuh gigi membuat bayi biasa tidur nyenyak sepanjang malam, berubah menjadi terbangun beberapa kali dengan jam yang tidak pasti. Itu berarti si kecil sedang merasa tidak nyaman karena gusinya yang sakit dan gatal Moms. Ketidaknyamanan ini juga bisa menganggu waktu istirahatnya sepanjang hari. Bayi akan memiliki waktu tidur lebih sedikit dari biasanya. Pola tidur bayi akan sedikit tergangggu. Buat bayi senyaman mungkin ya Moms.

baca juga

Menurunnya Nafsu Makan

Karena mulutnya tidak nyaman, bayi kemungkinan akan menolak untuk menyusu atau makan. Hal ini wajar terjadi kok Moms. Teruslah berusaha memberinya makanann dengan tekstur yang bersahabat dan susu. Jika bayi tidak mau makan sama sekali, Moms sebaiknya menghubungi dokter.

Gusi Membengkak

Moms, jika beberapa tanda sudah bisa anda kenali, maka saatnya kamu mengecek gusi si kecil.
Gusi bayi akan merah dan bengkak.Hal ini wajar bagi bayi yang mau tumbuh gigi. Untuk meringankan rasa sakitnya, kamu bisa memijat gusi tersebut dengan tangan yang bersih atau kain bersih yang direndam air dingin.

Menarik Telinga dan Menggaruk Pipi

Moms saat bayi menarik dan menggosok di sekitar rahang mereka, mereka menciptakan tekanan balik untuk meringankan rasa sakit. Bayi juga mulai memasukkan tangannya kedalam mulut karena rasa gatal pada gusinya. Jadi, biarkan dia menarik telinga dan menggaruk pipi ya Moms. Pastikan saja kukunya dalam keadaan terpotong sehingga tidak melukai bayi. Pastikan juga tangan atau mainan bayi selalu dalam keadaan bersih. 

Moodnya Buruk dan Sering Menangis

Tumbuh gigi membuat bayi memiliki mood yang jelek! Bayi akan mudah marah atau menangis meski tanpa sebab. Hal ini disebabkan adanya  peradangan pada gusi sehingga membuatnya kesakitan. Untuk membuatnya lebih nyaman, Moms bisa menyediakan air dingin dan mengompres gigi yang kain dingin atau menyediakan makanan dengan tekstur lembut seperti yogurt atau mainan gigitan bayi yang sebelumnya telah dimasukkan ke dalam lemari pendingin.

Gejala Lain Seperti Demam, Diare, Ruam, dan Batuk

Meskipun beberapa dokter tidak menyutujui gejala ini adalah gejala tumbuh gigi, tapi beberapa Ibu mendapati si kecil demam. Demam ini kemungkinan karena peradangan pada gusi, tapi demam karena peradangan gusi biasanya tidak lebih dari 38 derajat. Jika bayi demam lebih tinggi dari itu, maka kemungkinan bayi tidak demam karena tumbuh gigi. Sementara air liur yang berlebihan menyebabkan ruam merah disekitar mulut dan dada, hal ini juga bisa menyebabkan batuk pada anak.