Tidak mudah bukan berarti tidak bisa dijalani. Karena jika hal itu memang harus terjadi dalam kehidupan kita, mau tidak mau, suka tidak suka, ya harus dijalani. Sikap kita akan sangat menentukan “keberhasilan” kita menjalani fase ini. Jika kita hadapi dengan sabar dan syukur, tentu segalanya akan lebih mudah.

Ada beberapa tips yang bisa kita lakukan dalam membesarkan anak jika Moms terpaksa harus menjadi seorang single fighter. 

source: https://i.pinimg.com

1) Menerima

Penerimaan yang tulus secara langsung akan meningkatkan ketahanan Moms dalam menghadapi apapun masalah yang terjadi dalam kehidupan. Memang tidak mudah, apalagi jika perpisahan itu terjadi saat kamu benar-benar dalam kondisi tidak siap. Namun seiring berjalannya waktu, luka yang kita rasakan akan membaik juga.

Toh, semua bisa Moms ambil hikmahnya. Jika selama ini kita selalu direpotkan dengan perbedaan pendapat dalam mengasuh anak, atau dalam menentukan nilai-nilai yang dianut dalam keluarga, dengan menjadi single mom, at least kamu tidak perlu menghadapinya lagi. Kamu bisa membesarkan anak dengan cara kita sendiri tanpa perlu berdebat dalam banyak hal.

2) Fokus pada kebaikan mantan pasangan

Jika Moms berpisah dengan pasangan karena kematian, tentu sangat mudah untuk fokus pada kebaikan mantan pasangan. Namun tidak demikian jika perpisahan yang kita alami akibat ketidakcocokan, orang ketiga, perilaku menyimpang oleh pasangan, dan lain-lain yang sejenis. Tentu tidak mudah untuk mengenang dan mengingat kebaikan mantan pasangan.

Namun, sekali lagi, sikap Moms menghadapi perceraian akan sangat menentukan pandangan anak-anak terhadap pernikahan kelak. Jadi sebaiknya, tetaplah menjadi sosok yang objektif. Jangan terus-menerus fokus pada keburukan mantan pasangan. Apalagi membicarakan hal tersebut di hadapan anak-anak. Bagaimanapun, mantan suami adalah ayah dari anak-anak Moms. 

source: http://i.huffpost.com

3) Jaga silaturrahim dengan keluarga mantan pasangan

Poin ini kurang lebih hampir sama dengan poin sebelumnya. Jika kita ditinggalkan karena kematian, tentu mudah untuk menjaga hubungan dengan keluarga mantan. Namun jika kamu mengalami perceraian, tentu menjaga silaturrahim dengan keluarga pasangan tidak semudah diucapkan.

Paling tidak, jika kamu masih merasa berat untuk menjaga hubungan baik dengan keluarga mantan, kamu tetap mengizinkan anak-anak bertemu dengan ayah, kakek, nenek atau saudara-saudara lain dari pihak ayahnya. Hal ini cukup membantu memulihkan perasaan kita terhadap perpisahan yang terjadi.

baca juga

4) Pilih pekerjaan yang fleksibel

Menjadi single mom secara tidak langsung “memaksa” Moms untuk menjadi pencari nafkah utama bagi keluarga. Apalagi bagi kamu yang berpisah tidak dengan baik-baik. Mantan suami yang ketika masih berstatus suami saja sudah kerap bertingkah menyebalkan, setelah berpisah sudah pasti semakin menyebalkan. Karenanya, kamu sama sekali tidak boleh berharap nafkah dari mantan suami.

Di sisi lain, kamu juga sekaligus berperan sebagai pengasuh utama anak-anak. Sungguh posisi ini bukan posisi yang mudah. Jika kamu ingin full mendampingi tumbuh kembang anak, tentu Moms tidak bisa maksimal mencari nafkah. Namun jika kita memprioritaskan bekerja mencari uang, tentu anak-anak itu akan terlantar.

Maka untuk menghadapi ini, Moms harus memilih pekerjaan yang fleksibel. Di era gadget seperti saat ini, sangat banyak pekerjaan yang bisa kita lakukan tanpa harus meninggalkan anak. Sebutlah itu freelancer, online shop seller, private teacher, dan sebagainya. Tapi yang perlu diingat, tetaplah jadi orang tua yang present ya, meski Moms disibukkan dengan pekerjaan di dunia maya. Untuk itu, manajemen waktu kamu juga harus bagus.

source: https://i.guim.co.uk

5) Jangan lupa bahagia

Menjadi seorang single mom memang tidak mudah. Apa jadinya jika kamu menjalaninya dengan penuh duka cita? Pastinya keadaan menjadi makin sulit bukan? Untuk itu Moms tetap harus merasa bahagia.

Untuk berbahagia ini bisa dilakukan dengan berbagai cara. Moms bisa melakukan hobi, pergi ke salon untuk perawatan diri, mengambil me-time, bergabung dengan komunitas yang memberdayakan, atau apapun asal bisa membuat kita senang dan jauh dari stress. Hidup sudah sulit, jadi jangan dibuat lebih sulit dengan merasa stress dan depresi.

Mungkin itu saja yang bisa Moms lakukan agar apapun yang terjadi dalam kehidupan kamu tetap bisa kita nikmati. Karena bagaimanapun, ujian itu pasti adanya.

Jika saat ini kamu diuji dengan ketiadaan pasangan yang mendampingi hari-hari kita dalam mendidik dan membesarkan anak-anak, tetap berbahagia dan semangat ya, Moms!