Hola Mommies!

Saya masih ingat sewaktu akan memasuki ruang sidang Tesis saat itu kehamilan saya sudah hampir memasuki bulan ke-8. Salah satu dosen pembimbing tesis saya yang bernama dr. Soemiarti Patmonodewo atau yang biasa dipanggil Bu Mimi (Oh, Bu Mimi sayangkuuuu) berpesan:

"Nanti kalau kamu sudah lahiran, INGAT! Suami kamu nomor 1, anak nomor 2"

Apaaaaaaa?????? *zoom in zoom out*

Gak salah nih kalimat itu keluar dari seorang pakar anak? Lalu beliau lanjut menjelaskan kalau sebelum hadir anak, suamimu lah yang pertama kamu cintai, tanpanya tidak akan hadir anakmu. Berterimakasihlah padanya. Bukan hanya ibu yang bahagia yang menghasilkan anak bahagia, tapi juga PASANGAN yang bahagia. Harus tetap ada waktu untuk berdua.

Tul uga.. disini belum ada Raline, adanya pak suami aja..

WAAAAAA INIIIIIII mengubah pemikiran saya. Sebelumnya saya pikir, ketika punya anak semua hal (pastinya!) akan berubah. Pasangan perlu mengenyampingkan ego masing-masing demi anak. Ternyata bisa dicari cara kok agar 'ritual-ritual' menyenangkan dengan pasangan tetap bisa terlaksana.

Untungnya, ritual saya dan suami hanya nonton di bioskop aja kok. Gampang-gampang aja. Dari jaman purbakala, saya dan suami hobi banget nonton, mungkin bisa seminggu sekali atau 2 kali. Bedanya sekarang, semenjak ada Raline nontonnya dikurangi jadi sebulan sekali (tapi wajib). Film-filmnya juga dipilih yang layak tonton di bioskop saja. Biasanya sih yang berbau-bau superhero saja yang kami tonton.

Maklum, saya gak ada babysitter jadi gak bisa sering-sering nitipin Raline. Bisa pergi berdua sebulan sekali saja sudah happy banget.

Ciyeeee... santai banget gak rempong bawa-bawa stroller.

Thanks to Oma dan tantenya Raline @stellagaus atau panggilan sayangnya @bitella_ yang bersedia dititipin Raline. Harus berdua, kasiiyaann oma sudah tua kalau jagain sendirian.

Akhirnya, pertanyaan egois/gak bukan lagi ditujukan ke anak, tapi ke orang-orang yang dititipkan. Kalau ke anak, setiap orangtua yang menitipkan pasti sudah menyiapkan kebutuhan anak selama ditinggal dengan lengkap kan (menurut saya penting juga cara pamitan dengan anaknya biar gak cranky pas dititipin). Bukan cuma kesejahteraan anak saja yang dipikirkan, tapi orang-orang yang dititipkan juga. Bayangin moms, kita aja megang anak kandung sendiri masih bisa ngeluh cape kan? Apalagi orang lain yang jagain? Makasi yaaa omaaa, bitellaaaa. ❤

Ini dia tim sukses kencan-kencan Ayah dan Memi Raline.

Pasangan yang punya babysitter, tentunya lebih leluasa menitipkan anak karena memang sudah tugasnya si mbak mengurus dan menjaga anak. Pasangan yang gak ada babysitter, seperti saya ini, mungkin bisa diatur dengan keluarga jadwal menitipkan anak sesekali saja jangan keseringan hehehehe. Pasangan yang tinggal berjauhan dengan keluarga atau tidak ada keluarga yang bisa dititipkan anak, bisa atur makan malam romantis di rumah berdua sebentar saja, dengan syarat tidak membahas tentang anak sama sekali. Bagi pasangan yang menjalani LDM (Long Distance Marriage), saya salut sama kalian.. Coba tolong di share di sini tipsnya bagaimana hehehe.

Karena melihat/merasakan ayah dan ibunya bahagia, akan membentuk suatu konsep pernikahan bagi anak. Konsep yang akan anak tuju suatu saat kelak. ❤

We used to call our once in a month ritual as The Dirty Diapers Free Day, now that Raline is no longer wearing diapers, we call this The Toddler Free Day hehehe.

Tiap pasangan punya cara masing-masing untuk senang-senang, apapun itu, lakukan saja asalkan tidak mengganggu kesejahteraan anak dan orang sekitarnya. 

Catch up later on my next post :)