Kecemasan yang berlebih akan tanggung jawab nya sebagai Ayah baru

Saat anak Moms lahir ke dunia maka kamu akan memiliki tanggung jawab lebih besar dari pada sebelumnya. Orang tua, baik Ayah maupun Ibu akan memiliki tambahan tugas serta kewajiban untuk merawat dan membesarkan anak. Hal ini lah yang menjadi kekhawatiran Ayah baru sebagai kepala keluarga. Ayah mungkin bertanya-tanya, seberapa baik kah ia ketika enjadi Ayah nanti? Sudah cukup kah bekalnya untuk merawat anak yang baru saja lahir ini? Bagaimana jika istri nya tidak ada didekatnya dan ia harus merawat sang bayi sendirian?
Mungkin pertanyaan-pertanyaan ini wajar jika setelah beberapa waktu Ayah baru mampu menetralisir perasaan khawatir. Tapi jika Ayah terus menerus merasa demikian, maka tandanya Ayah kena Baby Blues Syndrom.

Kondisi perekonomian yang belum mapan

Sebagai kepala keluarga, sudah menjadi tanggung jawab Ayah untuk memenuhi kebutuhan finansial seluruh anggota keluarga. Jika saat ini kondisi finansial keluarga kamu belum mapan, mungkin ini adalah penyebab si Ayah mengalami baby blues syndrome. Ayah baru akan khawatir dengan kemampuannya mencukupi kebutuhan keluarga saat ini atau kelak, apalagi jika Ia adalah satu-satunya pihak yang menghasilkan uang di dalam keluarga. 

baca juga

Perasaan takut kehilangan waktu dan kebebasan

Moms, tidak hanya kamu kok yang merasa khawatir akan waktu istirahat atau waktu menghabiskan akhir pekan dengan menjalani hobi tanpa gangguan. Ternyata, Ayah juga bisa mengalaminya saat anak kamu lahir. Ketika memiliki anak, baik Ibu atau ayah tentu akan mencurahkan sebagian besar waktunya untuk merawat anak-anak, apalagi bayi yang baru lahir harus menyesuaikan diri dengan lingkungan barunya sehingga waktu tidurnya tidak pasti, bayi harus menyusu kapan saja ia lapar dan sebagainya. 
Ayah baru mungkin juga mengalami gangguan tidur yang sama dengan Ibu, apalagi jika ia bekerja sampai menjelang malam. Ayah baru juga merasa khawatir ia akan kehilangan teman-teman atau komunitasnya karena kesibukannya mengurus buah hati.

Perasaan takut berlebihan terhadap keselamatan istri dan anak

Moms, peran Ayah baru yang mendadak berubah ini juga bisa mempengaruhi rasa khawatirnya terhadap kesehatan dan keselamatan anak dan istrinya. Apalagi jika istri juga mengalami baby blues syndrom atau resiko gangguan kesehatan lain yang kemungkinan akan menganggu perannya sebagai Ibu. Ayah baru bisa jadi selalu merasa takut terhadap segala hal yang membuat si anak yang baru saja lahir itu sakit atau cedera. Ia bisa sangat berhati-hati terhadap segala hal sehingga berdampak pada kecemasan yang berlebihan. Humm..kalau begini, jadi ingin peluk suami ya moms, dan bilang kalau semua akan baik-baik saja!

baca juga

Khawatir terhadap hubungan suami dan istri

Ketika menikah, hal yang paling membahagiakan adalah kebersamaan dan waktu dengan pasangan ya Moms. Saat anak  lahir ke dunia, tentu saja kehadiranya mungkin akan berdampak dengan hubungan antara Moms dan pasangan. Bukan kamu saja lho Moms yang khawatir perhatian pasangan pada kamu akan berkurang, ternyata suami juga bisa mengalaminya. Suami mungkin takut jika kualitas hubungan baik fisik maupun kedekatan psikologis kamu dengan dia terganggu. Ia mungkin kehilangan keberadaan kamu, waktu kamu, dan merindukan banyak waktu yang kalian habiskan berdua.

Meskipun tidak terlihat, baby blues pada Ayah akan berbahaya jika dibiarkan. Ayah baru bisa membenci anaknya dan lama kelamaan akan berpengaruh pada kebahagiaan keluarga. Biasanya para Ayah cenderung ingin "berdamai" dengan syndrome ini tanpa menunjukannya pada istri. Tapi Moms, akan lebih baik jika si istri jeli melihat perubahan yang terjadi pada suami atau Ayah baru agar bisa membantunya mengatasi baby blues syndrom. Ajaklah ia mengunjungi terapis atau psikater jika syndrome ini sudah berlarut-larut.