1. MITOS: Vaksin mengandung merkuri yang berbahaya.
FAKTA: Ada zat yang bernama thiomersal, yaitu senyawa yang mengandung merkuri yang ditambahkan ke dalam beberapa vaksin sebagai pengawet. Zat ini telah digunakan secara luas untuk mengawetkan beberapa vaksin. Belum ada bukti hingga sekarang kalau kadar thiomersal dalam vaksin bisa menimbulkan risiko kesehatan. 
 

source: http://www.dailymail.co.uk


 

baca juga

2. MITOS: Vaksin dapat sebabkan autisme.
FAKTA: Ada vaksin tertentu yakni MMR yang disebut-sebut bisa sebabkan autisme. Hal ini ditemukan dalam sebuah studi pada 1998 silam. Karena temuan ini, banyak anak yang mengalami campak, rubela dan gondongan. Beberapa tahun kemudian, studi ini dinyatakan tidak valid dan belum ditemukan adanya bukti apabila MMR bisa sebabkan autisme. 
 

source: https://www.thebump.com


 

3. MITOS: Vaksin Influenza tidak seberapa efektif. 
FAKTA: Banyak yang menganggap kalau penyakit influenza adalah hal sepele. Namun ternyata penyakit ini berbahaya dan diketahui ada ratusan ribu orang yang meninggal karena influenza setiap tahunnya. Siapapun berisiko terkena penyakit ini, seperti bayi, kanak-kanak, orang dewasa, ibu hamil dan sebagainya. Pemberian vaksin influenza akan sangat membantu agar kebal terhadap penyakit ini. 
 

source: http://www.parents.com


 

baca juga

4. MITOS: Pemberian lebih dari satu vaksin dalam waktu bersamaan akan menimbulkan efek samping berbahaya.
FAKTA: Anak yang diberikan beberapa vaksinasi sekaligus dapat memberikan perlindungan sebanyak dan sedini mungkin. Selain itu menerima beberapa vaksin sekaligus dapat mengurangi jumlah kunjungan, sehingga menghemat waktu dan uang, serta anak-anak pun lebih pasti mendapatkan vaksinasi yang dianjurkan sesuai jadwal.
 

source: http://www.chicagotribune.com


 

5. MITOS: Vaksin memiliki efek samping jangka panjang. 
FAKTA: Sebenarnya vaksin tidak memiliki risiko yang berbahaya. Efek samping yang paling sering dihadapi adalah rasa sakit di tempat suntikan dan demam, yang terbaik diobati dengan acetaminophen atau ibuprofen.
 

source: http://www.chicagotribune.com