1. Bentuk Kemasan

Sebenarnya untuk mengetahui apabila itu vaksin palsu bukan asli, harus melalui uji laboratorium lebih dahulu. Tapi, untuk cara mudahnya perhatikan dengan baik bentuk kemasan vaksin. Vaksin asli apabila kualitas cetakan hurufnya jelas atau tidak buram. Kemasan juga harus dalam keadaan bagus, tidak robek, dan bersih.
 

source: https://www.newscientist.com


 

baca juga

2. Keterangan Vaksin

Vaksin asli pasti mencantumkan keterangan yang jelas seperti tanggal kedaluwarsa dan pada kemasan terdapat nomor unik yang disebut nomor batch. Nomor ini pada setiap vaksin berbeda dengan vaksin lainnya. Sementara vaksin asli, nomor batch ini tampak tidak jelas dan buram. 
 

source: http://www.dailymail.co.uk/


 

3. Harga

Coba sering-sering mencari tahu tentang harga vaksin ya, Moms. Harga vaksin asli lebih mahal daripada vaksin asli. Jika menemukan vaksin yang ditawarkan dengan harga sangat murah, maka kemungkinan vaksin itu palsu. 
 

source: https://www.pinterest.co.uk


 

baca juga

4. Warna Cairan

Kamu bisa mengetahui beda vaksin asli dan palsu dari cairan vaksin. Rata-rata vaksin palsu warnanya lebih bening, sedangkan vaksin asli warnanya lebih keruh. 


5. Penutup Vaksin Rusak atau Cacat
Sebelum melakukan vaksinasi, sebaiknya perhatikan dengan baik penutup botol vaksin yang biasanya berwarna abu-abu. Pada vaksin palsu, penutupnya cenderung cacat atau rusak, seperti ada bekas congkelan yang ternyata adalah bekas suntikan dari jarum. Sementara pada vaksin asli tidak ada.

source: http://www.onpointpreparedness.net


 

Beberapa Jenis Vaksin yang Dipalsukan

  • Vaksin Engerix-B, yang merupakan vaksin Hepatitis B untuk anak dan dewasa.
  • Vaksin Havrix 720, yaitu vaksin Hepatitis A.
  • Vaksin Pediacel, yang digunakan untuk vaksin kombinasi pertusis, difteri, tetanus, Hib, dan IPV.

Apabila anak tenyata mendapatkan vaksin palsu, maka tak perlu khawatir terlalu berlebihan ya, Moms. Vaksin palsu dinyatakan tidak berbahaya karena hanya berisi cairan infus NaCl, sedikit antibiotik gentamisin, dan vaksin hepatitis yang diencerkan.  Hanya saja mungkin menimbulkan efek samping seperti bengkak, kemerahan dan demam, akibat pembuatan yang tidak steril. 
Agar mendapatkan vaksin yang asli, maka segera bawa anak ke rumah sakit yang telah ditentukan.