Bermain di Kolam Bola atau Mandi Bola, amankah?
 
Seiring dengan menyebarnya berita menganai bahaya bermain di Kolam Bola atau biasa kita sebut dengan “mandi bola”, mulai banyak para Ibu yang lebih berhati-hati dalam memilih tempat bermain.
 
Saya sering mendapat broadcast message dari beberapa group, kali ini membahas mengenai bahaya bermain di kolam bola atau mandi bola. Pada broadcast message tersebut berisi banyaknya anak yang terkena sakit ringan hingga parah setelah bermain di kolam bola. Hal tersebut dikarenakan banyaknya virus atau penularan yang terjadi. Dikatakan bahwa kolam bola jarang dibersihkan atau disterilkan, bolanya jarang dicuci, ruangan tidak terkena sinar matahari sehingga menjadi lembab (jika indoor), banyak sisa – sisa makanan, banyak anak ngompol, muntah, bahkan ada yang berkata adanya bekas jarum suntik. Dari hal yang telah saya sebutkan diatas, Ibu – ibu yang menulis atau menyebarkan broadcast message tersebut berasumsi bahwa bermain di kolam bola itu berbahaya.
 
Memang sih kebanyakan kolam bola mungkin hanya seminggu sekali, atau 2 minggu sekali, bahkan ada yang bilang sebulan sekali baru dibersihkan. Hal tersebut perlu dikhawatirkan, tapi kita sebagai Ibu harus lebih pandai dalam menanggapi hal tersebut.
 
Alhamdulillah saya belum pernah mengalami hal buruk dalam bermain di kolam bola, saya juga berdoa semoga semua anak dari para Ibu tidak mengalami hal buruk. Yang harus dimengerti oleh para Ibu adalah, tidak semua playground atau kolam bola itu bahaya. Tidak semua playgorund atau kolam bola itu kotor. Tidak semua playground atau kolam bola itu banyak virus. Menurut saya, virus atau penyebaran penyakit bisa terjadi dimana saja. Di semua tempat umum (RS, Mall, playground, dll) itu pasti banyak orang, semakin banyak orang, semakin banyak juga virus yang ada. Mungkin ada yg bersin tidak ditutup, ada yang lagi flu, ada yang lagi panas, dan sebagainya. Kita tidak bisa mengontrol ingin kondisi seperti apa tentunya, dan kita tidak dapat berharap banyak dari orang – orang yang akan kita temui.


Wowzonia Kemang Village
 
 Terdapat banyak arena playground yang tersedia di tempat makan cepat saji. Atau playground free di Mall yang tempatnya dekat tempat makan. Mengapa?? Biasanya pihak Mall atau restoran menyediakan tempat bermain agar para anak happy. Terkadang saya melihat banyak anak yang bermain sambil makan. Nah…. Kalau hal seperti ini, saya setuju dengan pesan yang disampaikan oleh broadcast message bahwa tempat bermain kadang jorok karena banyak sisa makanan. Tapi hal ini balik lagi ya buibu, apakah yang memberi makan mungutin makanan yang tumpah atau tidak. Oleh karena itu (menurut saya) ada baiknya kita membawa anak kita bermain di playground atau kolam bola yang melarang membawa makanan atau minuman ke dalamnya.
 
Ada beberapa playground atau kolam bola yang menurut saya cukup bersih dan aman. Pertama, dilandasi oleh larangan makan atau minum di area bermain. Jika anak ingin minum, makan anak harus ketempat penitipan makanan atau minuman, setelah itu dilanjutkan bermain kembali. Kedua, pengukuran suhu tubuh sebelum mulai bermain. Di salah satu playground di Jakarta Selatan sudah dilakukan metode ini, bertujuan untuk menyatakan anak yang bermain dalam kondisi sehat. Ketiga, penitipan loker. Sekarang sudah banyak playground yang memiliki penitipan loker, sehingga keamanan barang bawaan lebih terjaga. Keempat, penggunaan kaos kaki di arena bermain. To be honest, secara teoritis saya kurang tahu tujuannya apa, (Ibu-ibu monggo dibantu hehe) tapi menurut saya penggunaan kaos kaki bertujuan agar telapak kaki tidak kotor dan arena bermain menjadi lebih bersih. Kelima, ini pendapat saya ya buibu. Cari playground atau kolam bola yang cukup terang, memiliki banyak lampu. Karena jika lebih terang, kita dapat melihat playground tersebut cukup bersih atau tidak. Keenam, carilah kolam bola dengan tingkat kepadatan bola yang tidak terlalu banyak. Kalau saya suka bermain di kolam bola yang agak cetek. Tujuannya agar kita dapat melihat dasar dari kolam bola tersebut. Untuk dapat melihat terdapat kotoran atau tidak. Ketujuh, penggunaan hand sterilizer  sebelum dan sesudah bermain. Beberapa playground mulai menyediakan fasilitas ini, biasanya setelah keluar arena bermain, petugas menyuruh anak untuk mencuci tangannya dengan hand sterilizer. Kedelapan, bawa baju ganti. Mungkin ada yang bilang lebay, tapi saya kebiasaan selalu gantiin baju anak saya setiap habis main. Tujuannya? Biasanya anak saya keringetan, biar kuman tidak menempel saya gantiin baju. Kesembilan, carilah playground dimana petugas selalu mengawasi di setiap sudut. Ini menurut saya penting, jika ada anak yang sudah cukup besar dan dapat ditinggal bermain oleh orang tua, petugas dapat mengawasi atau memberi bantuan jika terjadi hal jatoh atau terjedut. Biasanya ada arena bermain khusus dibawah anak 2 tahun, tapi terkadang ada juga anak yang lebih besar memasuki area tersebut. Nah petugas dapat memberikan masukan kepada anak yang lebih besar untuk bermain di area lain. Atau gak petugas yang selalu merapikan arena bermain agar terlihat rapi dan bersih. Nah makanya saya merasa petugas yang cukup banyak sangat penting. Kesepuluh, cek dasar kaos kaki Ibu, kalau hitam2 atau kotor berarti playgorund tersebut jarang di vakum he he he.
 

Kidzoona 

Ada bebera playground yang cukup oke menurut saya :
Kidzoona Kemang Village (baru buka pertengahan November 2017, jadi masih bersih buuu hehehe)
Miniapolis Aeon Mall BSD (Tempat bermain cukup besar dan bersih)
Wowzonia Kemang Village (saya main di area bayi waktu itu, petugas sangat baik karena memberi tahu anak2 SD yang loncat2 di area itu dan mengarahkannya ke arena bermain untuk semuran mereka)
 
Jika Ibu sekalian memiliki masukan, monggo yaa hehe. Semoga sharing saya bermanfaat:)