Takut Dengan Orang Asing


Rasa takut dengan orang asing sebenarnya sudah tumbuh sejak anak menginjak usia 6 bulan. Saat itu, anak akan merasa canggung apabila harus bersama dengan orang yang belum ia kenal dengan baik. Bahkan, tidak jarang anak akan menangis dan ketakutan saat disentuh oleh orang yang baru ia temui. Hal ini akan memuncak di usianya yang kedua. Sebagai ibu, kamu perlu mewaspadai hal ini agar tidak terjadi berlebihan. Emosi anak yang berlebihan saat ketakutan bertemu orang asing akan membentuk karakter penutup diri dan tidak bisa bersosialisasi. Oleh sebab itu, perluas lingkungan anak. Ajarkan ia cara untuk berinteraksi dengan orang lain.
 

Takut Dengan Orang Asing
source: https://my.theasianparent.com/


 

Cemas Dan Khawatir


Di usia 2 tahun, anak juga akan mulai merasakan kecemasan dan rasa khawatir terhadap hal-hal yang tidak disukai atau ditakutinya. Hal sederhananya adalah seperti takut dengan monster dan gelap. Biasanya rasa khawatir ini akan muncul hingga ke mimpinya. Jadi jangan heran kalau anak yang cemas sering kali tidak nyenyak dalam tidurnya. Untuk itu, bantu anak dalam menghadapi rasa takut dan kecemasannya. Beritahu bahwa semua hal yang ia takuti tidak menyeramkan dan tidak akan membahayakan.
 

Cemas Dan Khawatir
source: http://bebeclub.co.id/


 

baca juga

Empati dan Simpati


Rasa empati dan simpati juga mulai terbangun dengan perkembangan emosi anak yang mulai dapat memikirkan apa yang dirasakan oleh orang lain. Tidak jarang anak akan mudah menangis atau tertawa saat menonton film favoritnya sesuai dengan adegan yang sedang ditonton. Bangun emosi ini ke arah yang positif dengan cara mengajarkan anak untuk terus berbuat baik dan berbagi untuk sesama.
 

Empati dan Simpati
source: http://www.parenting.co.id/


 

Mencari Perhatian


Anak juga mulai akan mengetahui celah untuk mencari perhatian dengan menggunakan emosinya. Terkadang ia akan menangis atau bahkan menjerit untuk mendapatkan perhatian dari ayah dan ibunya. Dengan kata lain, anak akan lebih mengandalkan emosi untuk menunjukan keinginan daripada komunikasi. Trik untuk menghadapi hal ini adalah dengan tidak memberi respon agar anak sadar bahwa emosi yang meluap-luap bukanlah cara yang baik untuk meminta sesuatu. Sebaliknya, berkomunikasi adalah solusi yang lebih baik untuk anak.
 

Mencari Perhatian
source: http://prowsechowne.com/