1) Jangan selalu menuruti keinginan anak

Mulai sekarang stop kebiasaanmu menuruti apapun permintaan Si Kecil. Pandai-pandailah memilih mana permintaannya yang boleh kamu penuh dan mana yang tidak. Kalau memang Si Kecil membutuhkannya, ya turuti, tapi kalau sebaliknya, ajarkan ia untuk menunggu. Kalau dari kecil, semua keinginannya selalu diwujudkan, maka dalam kamus hidupnya, ia tidak menerima kata 'tidak'. Tentu saja ini tidak baik untuk masa depannya kelak.

 

source: https://www.youtube.com/watch?v=LkhDtT-6y-s


 

2) Berikan anak tanggung jawab di rumah

Meskipun di rumah kalian mempekerjakan asisten rumah tangga, bukan berarti anak tidak melakukan apa-apa. Coba tetapkan aturan di rumah kalau anak juga wajib membantu pekerjaan rumah tangga, misalnya merapikan tempat tidur, menyiapkan seragam sekolah, membuang sampah dan lain-lain. Kalau ia bisa menjalankan tugasnya itu dengan baik, maka anak akan tumbuh jadi anak mandiri.

source: http://www.parenting.com/family-time/home/10-easy-cleaning-jobs-kids-will-actually-help-you


 

baca juga

3) Orangtua adalah bos

Buatlah kesepakatan di rumah bahwa kamu dan suami adalah pemimpin di rumah, jadi semua hal yang kamu ucapkan dan tetapkan wajib diikuti anak. Tapi, ini bukan berarti kamu bersikap bossy secara berlebihan. Kamu juga perlu mendengar pendapat anak dan memutuskannya dengan bijak.

source: http://www.parenting.com/article/most-annoying-things-kids-say


 

4) Beri reward tapi jangan berlebihan

Reward atau penghargaan diberikan ketika anak melakukan hal-hal yang baik. Bentuknya bisa dengan pujian maupun benda atau makanan favoritnya. Misalnya anak telah melakukan tugasnya dengan baik dalam seminggu, maka ia layak diberi reward. Tapi jangan memberikan sesuatu yang sangat mahal ya. Dikhawatirkan anak menganggap di dunia ini ternyata terlalu mudah mendapatkan sesuatu tanpa bekerja keras.

source: https://www.theodysseyonline.com/trump-clinton-teachers

 
baca juga

5) Jangan suka ikut campur urusan anak

Kamu sebagai orangtuanya memang perlu selalu ada ketika dibutuhkan anak. Tapi itu bukan berarti kamu jadi 'ekor' yang membuntuti anak kemana-mana. Biarkan anak memutuskan sendiri pilihannya, dan kamu turut andil dengan memberi arahan bukan yang menentukan. Lalu, ketika punya masalah dengan temannya, jangan langsun turun tangan membantu menyelesaikannya. Biarkan ia menghadapinya terlebih dahulu, dan kamu memberikan support dari belakang dengan menyemangatinya.

source: http://wcpastl.com/dealing-helicopter-parents/

Demikianlah tips mendidik anak agar tidak manja. Semoga membantu, Beautynesian!