Tawarkan pilihan dan lakukan dengan tenang

Moms, saat anak tiba-tiba menangis, marah atau melempar barang bahkan memukul kamu. Stop emosi, tarik nafas, beri jeda waktu dan perhatikan sebabnya lalu tawarkan alternatif untuk membuat perasaanya lebih baik.

Saat anak lapar, tawarkan anak untuk diam sebentar dan makan sesuatu untuk mengganjal perutnya sebelum sebelum mulai makan berat. Jika ia masih terus meledak, maka biarkan sebentar, lalu ulangi lagi dengan tawaran yang tetap lembut, tenang dan tegas

"Adek boleh menangis, tapi makan ini dulu atau minum susunya dulu"
Pada kondisi ini, yang paling penting adalah anak merasa nyaman baru kemudian mengatasi apa yang membuatnya marah, makan misalkan.

Begitu pula saat anak anda mengantuk, tawarkan diri untuk memeluk atau membelainya, dan pergi ke tempat yang lebih tenang. Lalu biarkan ia tenang sebentar dan akhirnya tertidur.

Tawarkan pilihan dan lakukan dengan tenang

Alihkan perhatian dengan sesuatu yang menarik

Moms, pada saat anak frustasi, kecil kemungkinan bagi kita untuk mengajaknya diskusi atau menanyainya sampai ia merasa tenang. Alihkan perhatian anak kepada sesuatu yang menarik dan menimbulkan keingintahuannya. Meski beberapa orang tua tidak setuju dengan cara ini, tapi pengalihan perhatian ini bisa meminimalkan perasaan tertekan anak. Sesuatu yang menarik perhatian dan memunculkan keingintahuan dapat mengaktifkan reaksi kimia pada otak, mengurangi stress dan memunculkan perasaan positif dalam diri anak. 

Setelah anak tenang, barulah Moms bisa bertanya pada anak mengenai sebab ia menangis atau marah lalu segera penuhi kebutuhannya ya Moms. Jika tidak terpenuhi, maka anak bisa saja menangis kembali!

Alihkan perhatian dengan sesuatu yang menarik
baca juga

Ulurkan tangan untuk membantunya

"Aku mau pakai baju sendiri"
Beberapa menit yang lalu anak kita bersikeras mengenakan baju sendiri karena ia merasa telah mandiri. Tapi, sekarang ia melempar baju-bajunya itu sembari menangis kesal.
Lain kali, anak anda tiba-tiba marah dan menjerit saat ia tidak bisa mengambil mainan yang sangat ia ingin mainkan. 

Nah Moms, saat situasi seperti ini yang perlu kamu lakukan adalah ulurkan tangan untuk membantunya. Tawarkan padanya solusi atas masalah yang sedamg anak hadapi. Ingat moms, lakukan dengan pelan sehingga ia mampu mengikuti.Jangan kecilkan hatinya dengan kata-kata yang merendahkan apalagi meragukan kemampuan anak. Anak-anak harus tumbuh mandiri, tapi ia perlu belajar Moms!

Ulurkan tangan untuk membantunya

Pahami anak balita, balita bukan orang dewasa!

Duh masa begitu saja menangis!

Sering kah kita terlintas atau bahkan sampai mengeluarkan kalimat itu dari mulut kita? Hmm..Moms, anak-anak apalagi usia balita memiliki perpekstif akan perasaan berbeda dengan orang dewasa atau anak-anak yang usianya lebih tua. 
Saat anak yang lebih besar mengambil mainan anak kita yang balita, maka bagi si anak balita ini artinya dia telah kehilangan mainanya sehingga si anak frustasi dan menangis atau marah. Begitu juga saat ia lapar, lelah dan mengantuk, ia tidak dapat mendefinisikan apa yang ia rasakan dengan mudah dan memberikan reaksi yang tepat atas apa yang ia rasakan. Yang ia bisa lakukan hanya menangis dan marah! Kita yang sudah dewasa saja kadang kesulitan mengontrol emosi saat lelah dan lapar kan Moms?

Pahami anak balita, balita bukan orang dewasa!
baca juga

Antisipasi penyebab tantrum

Moms, lebih baik mencegah dari pada mengobati. Paribahasa ini sangat efektif untuk mengatasi tantrum bahkan sebelum hal itu terjadi. Sebelum moms mengajarkan anak disiplin, yang moms harus lakukan adalah mendisiplinkan diri sendiri dalam memenuhi kebutuhan pokok anak. Tepati jam makan anak, jam tidur atau istirahat, jam mandi, dan waktu aktifitas lainnya. 
Letakan barang-barang seperti mainan anak ditempat yang mudah ia jangkau, lalu biasakan ia mengembalikanya. 

Saat kamu berada di luar rumah, lengkapi bekal kamu dan pastikan kamu tidak menghabiskan banyak waktu untuk kebutuhan kamu. Jangan biasakan mengulur waktu ya moms, hentikan semua kegiatan saat anak kamu menunjukan gejala tantrum dan segera penuhi kebutuhanya.
Oh ya Moms, biasanya anak-anak sangat perhatian terhadap janji atau kesepakatan waktu saat bepergian, maka tepati ya Moms!

Antisipasi penyebab tantrum

Ajarkan anak mengelola emosi

Moms, jika anak anda sudah mulai bisa komunikasi, maka saatnya kamu bisa mengajarkanya mengenal emosi.Ajarkan anak mengenal emosi marah, sedih, rasa lapar, rasa mengantuk, ingin buang air kecil, rasa sakitnya dan komunikasikan pada anak untuk bicara tentang apa yang ia rasakan ke orang tua atau orang dewasa di sekitarnya.

Lakukan hal ini saat anak kamu tenang ya moms, misal saat mau tidur, saat bermain, atau saat santai. Saat anak sudah bisa mengutarakannya, sekali lagi, jangan abaikan kebutuhannya Moms!

 

Ajarkan anak mengelola emosi