Stop Push Yourself to be Good, Stop Push your Kid to be Good.
 
Tema ini saya angkat dari blog saya sebelumnya. Kali ini saya akan membahas menganai parents. Saya selalu percaya bahwa tidak ada Ibu yang mau menyakiti anaknya, dan semua Ibu selalu mau yang terbaik untuk anaknya. Selalu saya menanamkan itu dalam benak saya. Tapi…. Kalau saya baca berita, somehow World turns to be crazy, ada aja berita mengenai Ibu yang tega mukulin anaknya, bahkan ada yg sampai membunuh karena anaknya tidak nurut. Setelah anaknya kenapa-napa, Ibunya baru bilang khilaf. Saya kadang tidak habis fikir menganai hal tersebut, rasanya mau marah.


 
Stop push yourself to be good maksudnya seperti ini, sebenarnya saya belajar dari dosen saya dulu namanya Bu Amalia, beliau berkata bahwa kita jadi manusia pasti ada salahnya, dan tidak ada salahnya juga jika kita tidak jadi yang terbaik. Tapi pasti semua Ibu mau menjadi yang terbaik, begitu pula menginginkan anak menjadi yang terbaik.
 
Kita memiliki banyak option dari A-Z. Jika A tidak bisa dilaksanakan, kita punya B, jika B tidak bisa, kita punya C, begitu terus selanjutnya. Terkadang kita suka ngobrol dengan Ibu-ibu lain menganai milestones anak. Ada yang anaknya 10 bulan bisa jalan, ada yang anaknya 10 bulan bisa makan nasi/kasar, ada yang makannya masih bubur/di blender sampai 2 tahun, ada yang anaknya belum bisa jalan pas 1 tahun, ada yang anaknya belum lancar bicara, dan sebagainya. Hal yang patut diingat adalah,
 
“Anak kita tidak salah, hanya perkembangan tiap anak yang berbeda”
 
Cara pandang setiap Ibu juga berbeda terhadap sesuatu. Ada yang ngasih makan anak dikasih tontonan, ada yang bilang hal tersebut gak boleh. Ada yang bilang makan harus duduk biar disiplin dari dini katanya, ada yang makan maunya digendong. Ada yang ini ada yang itu banyak deh pokoknya. Sebenarnya, kita sebagai orang tua hanya menjadi panutan bagi Anak. Tapi anak terkadang yang menentukan ingin melakukan apa. Saya ambil contoh, misalnya Ale udah bosen makan duduk, saya kasih tontonan deh, jika dia udah bosen yaudah saya suruh jalan-jalan dulu, jika mood dia udah balik lagi, biasanya mau makan lagi. Nah hal seperti ini yang tidak bisa kita paksakan ke anak. Saya selalu yakin, semakin besar anak kita, semakin mereka belajar dari sekitar.
 


Jika anak tidak bisa atau belum bisa mengerti apa yang kita ajarkan adalah hal yang wajar, kita tidak dapat memaksa anak untuk mengerti. Mungkin cara yang kita ajarkan kurang dipahami oleh anak, sehingga kita harus terus mencoba cara baru tanpa memaksa. Perlahan dan secara berulang.
 
Have a good day Moms :)