1. Kondom

Alat kontrasepsi ini tentu paling dikenal karena mudah didapatkan. Selain itu, pemakaiannya juga sangat mudah, tidak memerlukan pemeriksaan medis dan relatif tidak berisiko terhadap kesehatan. Namun di balik kemudahannya, efektivitas kondom dalam mencegah kehamilan cukup rendah. Hal ini karena tingkat keefektifan kondom sangat bergantung pada penggunaannya. Selain itu, risiko bocor juga kerap terjadi yang menyebabkan kondom gagal mencegah kehamilan. Penggunaan kondom juga biasanya tidak begitu disukai karena mengganggu hubungan seksual.

1. Kondom
source: http://www.berkeleywellness.com

2. Pil KB

Metode kontrasepsi oral ini berupa pil berisi hormon estrogen dan progesteron yang diminum sesuai jadwal tertentu. Cara kerjanya adalah dengan menghambat ovulasi sehingga bisa mencegah terjadinya kehamilan. Efektivitas metode ini sangat tergantung pada penggunaannya yang sesuai jadwal. Pil KB dapat digunakan oleh wanita segala usia. Penggunaannya juga tidak menggangguya hubungan intim dengan pasangan. Namun, pil KB juga memiliki kekurangan, antara lain: rasa mual pada penggunaan 3 bulan pertama, kenaikan berat badan dan perdarahan jika lupa diminum.

2. Pil KB
source: https://www.babycenter.com
baca juga

3. Suntik

Metode suntik merupakan metode kontrasepsi yang mudah dan murah. Cukup sekali suntik dalam jangka waktu 3 bulan dan dapat digunakan wanita segala usia. KB suntik juga tidak mengganggu hubungan seksual dengan pasangan. Namun, pada awal pemakaian biasanya sering terjadi sedikit perdarahan, kesuburan juga lambat kembali setelah berhenti digunakan. Itulah yang merupakan kekurangan metode suntik sebagai metode kontrasepsi.

3. Suntik
source: http://www.netdoctor.co.uk

4. Implan

Metode implan merupakan metode penanaman kapsul silasticsilicon yang berisi levonogestrel di bawah kulit. Implan ini memberi perlindungan dari kehamilan selama 5 tahun. Kelebihan metode implan antara lain pengembalian kesuburan yanh cepat setelah dicabut, tidak mengganggu hubungan intim dan tidak mempengaruhi produksi ASI. Namun ada juga kekurangan yang berupa nyeri perut, sakit kepala dan mood swing, serta memerlukan pembedahan minor untuk pencabutan.

4. Implan
source: http://motherhow.com
baca juga

5. Intra Uterine Device (IUD)

Metode IUD (intra uterine device) atau biasa disebut Alat Kontrasepsi Dalam Rahim (AKDR) merupakan metode kontrasepsi dengan cara memasang benang pada tubuh wanita. Metode ini sangat banyak digunakan karena sangat efektif mencegah terjadinya kehamilan selama 10 tahun dan tidak mengganggu kinerja hormon. Namun metode IUD juga memiliki kekurangan, di antaranya perlu prosedur medis dalam pemasangan, perubahan siklus haid, perlunya kontrol rutin karena rawan terlepas dan menimbulkan nyeri pada awal pemakaian.

5. Intra Uterine Device (IUD)
source: https://extranet.who.int

Nah, itulah 5 jenis alat kontrasepsi penghambat kehamilan yang umum dilakukan pasangan suami istri yang belum siap memiliki anak. Sebenarnya masih ada 2 metode kontrasepsi alami yakni sistem kalender dan menyusui eksklusif yang tentunya lebih aman bagi kesehatan. Namun apa pun pilihan alat kontrasepsi Moms dan Dads, yang harus selalu diingat adalah bahwa kehadiran anak adalah kuasa Tuhan, maka meskipun sudah memakai alat kontrasepsi "secanggih" apapun, jika Tuhan menghendaki Moms dan Dads punya anak lagi, tetap akan terjadi. Tetap semangat ya, Moms dan Dads.