1. Kurangi Risiko Endometriosis

Alat kontrasepsi berupa pil diketahui dapat mengurangi risiko ibu terkena penyakit endometriosis, yaitu kondisi ketika darah menstruasi tidak seluruhnya keluar dari tubuh, tetapi masuk ke dalam rongga perut dan menempel di dinding perut. Penyakit ini sangat berbahaya lho, Moms karena dapat menyebabkan seorang perempuan mandul atau tidak memiliki keturunan.


2. Mengurangi Risiko Kram saat Haid
Tidak sedikit perempuan yang mengeluhkan rasa kram akibat kontraksi otot saat datang bulan. Kontraksi ini ternyata disebabkan oleh zat dalam tubuh yang disebut prostaglandin. Kalau Moms menggunakan alat kontrasepsi, maka produksi zat prostaglandin akan lebih sedikit sehingga rasa kram atau nyeri pun berkurang. 
 

1. Kurangi Risiko Endometriosis
source: http://www.yumama.com


 

3. Menjadikan Kulit Lebih Halus

Alat kontrasepsi ternyata memiliki manfaat dari sisi kecantikan lho. Menggunakan alat kontrasepsi akan bermanfaat membuat kulit jadi lebih halus karena menurunkan kadar testosteron dalam tubuh, yang menjadi biangnya jerawat dan pertumbuhan bulu. 


4. Cegah Anemia
Saat menstruasi perempuan berisiko terkena anemia karena darah keluar dalam jumlah banyak. Memakai kontrasepsi akan memengaruhi menstruasi lebih singkat, yang artinya Moms tidak kehilangan banyak darah dan energi. 
 

3. Menjadikan Kulit Lebih Halus
source: http://resveralife.com


 

baca juga

5. Melindungi dari Pelvic Inflammatory Disease (PMS)

Pelvic Inflammatory Disease atau radang panggul adalah infeksi serius pada saluran reproduksi bagian atas. Infeksi ini disebabkan oleh adanya bakteri yang masuk lewat ke vagina lalu menuju ke organ reproduksi. Penyakit ini cukup berbahaya dan apabila tidak diobati dapat membahayakan kesuburan seseorang. Nah, salah satu cara untuk melindungi diri dari penyakit ini adalah dengan menggunakan alat kontrasepsi yakni kondom saat berhubungan intim. 


6. Mengurangi Risiko Kanker Tertentu
Perempuan yang menggunakan alat kontrasepsi berupa pil, cincin, atau metode estrogen-progestin gabungan lainnya selama 15 tahun, ternyata dapat mengurangi risiko kanker ovarium dan endometrium sekitar 50 persen. Hal ini ditemukan lewat sebuah penelitian yang dilakukan pada 2010 lalu. 
 

5. Melindungi dari Pelvic Inflammatory Disease (PMS)
source: http://www.thehealthsite.com