1. Pil KB

Alat kontrasepsi berupa pil oral diperkenalkan pada sekitar tahun 1960an dan masih populer hingga saat ini. Ada dua tipe pil KB yaitu pil kombinasi dan pil progesteron.

- Pil Kombinasi
Pil kombinasi mengandung 2 jenis hormon, yaitu estrogen dan progesteron. Ada banyak jenis pil kombinasi, yang mengandung hormon aktif untuk mencegah kehamilan. Pil kombinasi mencegah tubuh melepaskan telur setiap bulan atau ovulasi dan menebalkan lendir serviks sehingga menyulitkan sperma untuk masuk. 

- Pil Progesteron
Pil ini disebut juga sebagai pil mini. Tidak mengandung estrogen sehingga digunakan oleh ibu yang tidak cocok dengan pil yang mengandung estrogen. 

Apabila digunakan dengan benar, maka kedua pil KB ini efektif mencegah kehamilan hingga lebih dari 90 persen. 
 
1. Pil KB
source: http://www.netdoctor.co.uk


 

2. Implan atau Susuk

KB implan adalah alat kontrasepsi berupa tabung plastik kecil dan fleksibel seukuran korek api, yang berisi hormon progesteron untuk mencegah kehamilan. Tabung ini dimasukkan atau diimplan ke dalam kulit lengan atas. Dengan pemakaian yang benar, sekali pasang KB implan sudah dapat mencegah kehamilan dalam jangka panjang (3 tahun). Kelebihan KB implan adalah tidak mengganggu seks, bermanfaat bagi mereka yang tidak bisa cocok dengan pil estrogen dan digunakan oleh ibu menyusui. 
 

2. Implan atau Susuk
source: http://motherhow.com


 

baca juga

3. Koyo (Patch)

Alat kontrasepsi ini berbentuk patch atau koyo yang ditempelkan pada kulit. Biasanya ditempelkan pada perut bagian bawah, bokong, lengan, atau tubuh bagian atas (tidak termasuk payudara). Patch akan melepaskan hormon estrogen dan progesteron melalui kulit. Meski praktis tapi KB koyo punya beberapa kekurangan, salah satunya tidak menawarkan perlindungan yang handal terhadap penyakit menular seksual (PMS) dan kemungkinan tidak cocok digunakan oleh perempuan yang gemuk.
 

3. Koyo (Patch)
source: https://www.captainmums.com


 

4. Cincin Vagina

Alat kontrasepsi ini mirip cincin dengan tekstur lembut dan fleksibel yang dilapisi oleh estrogen dan progesteron. Penggunaannya adalah dengan memasukkannya ke dalam vagina selama 3 minggu lalu dilepas selama 1 minggu. Cincin vagina terbukti efektif mencegah kehamilan di atas 95 persen sehingga banyak ibu yang mengandalkannya untuk mencegah kehamilan. Kelebihan KB spiral adalah tidak perlu dipasang setiap hari sementara kekurangannya adalah dapat menimbulkan iritasi dan ketidaknyamanan terutama saat pemasangan dan pelepasan. 
 

4. Cincin Vagina
source: https://www.onhealth.com


 

baca juga

5. Suntikan atau Injeksi

KB injeksi terjadi atas 2 yaitu hanya mengandung hormon progesteron dan kombinasi progesteron dan estrogen. Suntikan bisa dilakukan sebulan sekali atau setiap tiga bulan sekali. 
Dengan penggunaan yang tepat, keefektifan KB injeksi mencapai 99 persen. Selain tidak mengganggu hubungan seks, jenis KB hormonal ini juga mengurangi nyeri saat menstruasi. 
 

5. Suntikan atau Injeksi
source: https://www.shape.com