1. KB Spiral (IUD)

KB spiral atau Intrauterine devices (IUD) adalah  alat kontrasepsi berbahan dasar plastik yang bentuknya seperti huruf T. Alat ini akan dimasukkan ke dalam rahim, dengan tali akan menggantung dari leher rahim hingga ke dalam vagina. Spiral terbukti efektif mencegah kehamilan bahkan hingga 99 persen, sehingga populer digunakan oleh para ibu. Berbagai tipe KB spiral memberikan perlindungan dalam jangka waktu yang berbeda. Ada yang 3 tahun dan ada pula yang 5 tahun. Moms bisa memasang spiral beberapa waktu setelah melahirkan, tetapi ada baiknya berkonsultasi dengan dokter terlebih dahulu. 
 

1. KB Spiral (IUD)
source: http://abcnews.go.com


 

2. Pil Progesteron

Alat kontrasepsi hormonal erat kaitannya dengan penurunan produksi ASI. Apabila Moms tetap ingin mengonsumsi pil KB hormonal, maka hindari pil kombinasi, dan pilihlah pil progesteron atau pil mini. Pil ini mengandung progestin saja, jadi dianggap lebih aman untuk ibu menyusui. Moms dapat mengonsumsi pil ini mulai dari enam dan delapan minggu setelah melahirkan. Menurut beberapa data, pil progesteron memiliki tingkat keberhasilan antara 87 dan 99,7 persen untuk mencegah kehamilan.
 
2. Pil Progesteron
source: https://www.healthline.com

 
baca juga

3. Kondom

Alat kontrasepsi berupa kondom tidak mengandung hormon apapun yang dapat menurunkan produksi ASI, jadi bisa menjadi pilihan kontrasepsi di masa-masa menyusui. Kondom berfungsi untuk menghalangi sperma masuk ke dalam vagina dan rahim sehingga tidak terjadi kehamilan. Bila digunakan dengan tepat maka tingkat keefektifan kondom juga tak kalah dengan alat kontrasepsi lainnya. Selain itu, alat kontrasepsi ini ditebus dengan cukup murah dan mudah didapatkan. 
 
3. Kondom
source: https://rewire.news

4. Implan
KB implan berbentuk seperti batang korek api yang ditanam di bawah kulit pada lengan atas. Setelah tertanam, implan dapat membantu mencegah kehamilan hingga empat tahun.
Implan mengandung hormon progestin yang membantu mencegah ovarium melepaskan telur. Selain itu, juga membantu menebalkan lendir serviks untuk mencegah sperma mencapai telur. Implan dipasang setelah melahirkan dan diambil kembali jika Moms berencana hamil lagi.