Warna Makanan dan Minuman Mencolok

Anak-anak selalu tertarik dengan makanan dan minuman berwarna terang dan warna-warni. Padahal, makanan itulah yang tidak sehat karena mengandung banyak zat pewarna buatan. Bahkan, ada lho yang mencampur adonan dengan pewarna tekstil. Biasanya, ketika dimakan anak, warnanya tidak segera hilang dari jari dan tangan.

source: https://www.123rf.com/photo_24641804_variety-of-colorful-jelly-candies-on-a-spanish-market-unhealthy-food.html


 

Rasanya Terlalu Gurih

Yang gurih-gurih memang enak, tapi yang enak tak selalu sehat. Kalau makanan terlalu gurih bisa jadi karena kebanyakan penyedap rasa. Tahu kan ladies, efek buruk penyedap rasa bagi kesehatan buah hatimu?


 

baca juga

Warna dan Tekstur Berbeda

Ada beberapa makanan tertentu yang dijual kembali padahal sudah tidak layak dikonsumsi. Contohnya adalah gorengan seperti tahu, tempe, singkong, dan lain-lain. Jika gorengan berwarna lebih gelap dan teksturnya keras, maka kamu harus curiga. Mungkin saja itu gorengan yang dibuat sehari sebelumnya.


 

Dijual di Tempat Terbuka

Kalau dijual di pinggir jalan dan wadahnya tidak tertutup, maka sudah pasti jajanan itu tidak sehat. Selain debu, jajanan sudah terpapar asap rokok dan asap kendaraan bermotor.

source: https://travel.detik.com/travel-news/2456101/street-food-si-penggoda-lidah-di-tempat-liburan


 

baca juga

Tempat Menjual Tidak Bersih

Bersih atau tidaknya bisa terlihat secara kasat mata. Kalau tempat atau lokasi tempat menjual jajanan tidak bersih, maka akan mudah terkena bakteri dan kuman. Jika masuk ke dalam tubuh, maka akan menimbulkan penyakit.


 

Kemasan Tidak Layak

Sering kan ladies menemukan jajanan dibungkus kertas koran? Sebaiknya jangan dibeli ya. Jajanan yang sehat harus dikemas dengan baik dan aman.


 

Terdapat Benda Asing pada Makanan

Kalau kamu menemukan rambut, pecahan gelas, serangga, batu kecil dan benda asing lainnya pada makanan dan minuman, maka jangan biarkan Si Kecil mengonsumsinya, karena kebersihannya tidak diperhatikan dengan baik.

source: http://kaltim.tribunnews.com/2016/09/07/jangan-anggap-sepele-rambut-jatuh-di-makanan-hii-ada-50-ribu-bakteri