Hai ibu-ibu baik tua maupun muda, hehe pastinya udah tau dong yah yang nama nya sindrome baby blues pasca melahirkan. Rata-rata hampir semua ibu mengalami ini lho... (ciee merasa ada temen nya).  Menurut info yang aku dapat, kira-kira   sekitar 80% ibu (terutama ibu baru ya)  mengalami baby blues, hanya saja tingkat keparahan nya berbeda-beda. Jujur dulu sebelum punya anak, aku sama sekali gak pernah tau bahwa ada sindrom pasca melahirkan macam baby blues gini. Dan sampe mau lahiran pun aku masih belum ‘ngeh’ sama baby blues. Aku kira sehabis lahiran itu yaudah kita paling merasa lemas, cape karena abis keluar tenaga banyak. Aku kira cuma itu doang. TERNYATA EH TERNYATA AKU MENGALAMI BABY BLUES loh sodara-sodara!!! Begini ceritanya.....

Sehabis lahiran, aku memang ga pakai pembantu atau suster ya, jadi hanya dibantu sodara aja itu pun 1 bulan pertama doang. Jadi aku emang fokus ngurus anak gitu. Drama pun dimulai ketika setelah lahiran, mulai dari drama ASI lah, drama kesakitan saat menyusui lah, dan drama-drama luar biasa lainnya yang tiba-tiba muncul perasaan takut, tiba-tiba rasanya pengen menangis terus, rasa hawatir ini itu, bahkan menghawatirkan sesuatu yang bahkan gak terjadi. Aneh moms rasanya!!! Aku bisa tiba-tiba nangis saat itu, kadang merasa aneh dengan diriku, rasa takut yang gak beralasan, bahkan muncul rasa takut apa aku bisa menjaga makhluk kecil bernama “bayi” ini.

Memang ini adalah pengalaman pertamaku ngerasain baby blues ya, karena ini baru anak pertama. Jadi aku pribadi bener-bener masih belum paham banget tentang baby blues dan cara menghadapinya. Yang ada ya dari hari ke hari aku semakin menjadi, nangis gak jelas, entahlah mom sulit diungkapkan sebenernya. Tapi percayalah setelah hampir 2 atau 3 minggu aku ngalamin itu, berikutnya aku gak ngerasain hal-hal kayak gitu lagi. Aku yakin sih baby blues itu emang wajar terjadi apalagi sama ibu baru ya, tapi emang kita harus waspada juga lho. Baby blues itu selama tidak menyakiti anak atau diri sendiri, insyaallah akan hilang alias cepat berlalu. Tapi baby blues yang sangat parah bahkan mengarah ke depresi, nah itu yang mesti diwaspadai, bahkan perlu ditangani oleh dokter. Itulah kenapa banyak berita ibu bunuh bayi nya, ibu menyakiti bayi nya, salah satu nya adalah karena depresi pasca melahirkan. Hiii amit-amit yaallah serem banget ya moms..

Sekarang aku mau sharing beberapa pelajaran atau tips nih ketika kita mengalami baby blues :
1). Persiapkan mental sebelum lahiran. Persiapkan mental untuk menjadi seorang ibu. Banyak hal yang bisa dilakuin misal dengan bertemu dah sharing dengan orang yang lebih berpengalaman, bisa dengan membaca buku atau membaca pengalaman orang supaya sebagai gambaran nanti.
2). Kenali Baby Blues yang kita alami, kalau masih batas wajar ya gak apa-apa, tapi kalau sudah kelewat batas bahkan sampai muncul perasaan ingin menyakiti anak, nah itu yang bahaya dan harus segera konsul dengan dokter ya.
3). Minta Support dari suami dan anggota keluarga lain.

Berkeluh kesahlah atas apa yang dirasakan pasca melahirkan, supaya tidak memendam sendiri dan bertambah stress. Suami bukan lah orang yang gampang di kode-in moms, jadi kalau kita hanya meng-kode-kan ya dia kadang gak ngerti, makanya perlu banget keterbukaan tentang apa yang mom rasain, supaya suami bisa tau dan mengurangi parahnya baby blues. 
4). Lakukan hal-hal yang mom sukai, misal dengan makan makanan kesukaan, mendengrkan musik, atau hal lain, sebagai bentuk pengalihan supaya tidak jenuh dan baby blues segera berlalu.
5). Perbanyak istirahat selagi moms punya waktu istirahat. Selain bisa memulihkan fisik yang lemas akibat melahirkan, ini juga bermanfaat bagi mental mommies supaya gak berlarut larut dalam sindrom baby blues.
6). Terakhir, perbanyak berdoa dan bersabar.

Sekian ya moms semoga bermanfaat :))