1. Perubahan Siklus Haid

Salah satu efek samping yang ditimbulkan KB spiral setelah pemasangan adalah Moms kemungkinan besar akan mengalami perubahan siklus haid. Biasanya perubahan ini terjadi pada 3 bulan pertama dan akan berkurang setelah 3 bulan. Haid menjadi lebih banyak dan lebih lama daripada biasanya. Selain itu, adakalanya Moms mengalami spotting atau mengeluarkan bercak merah yang bukan menstruasi dan perut terasa lebih kram dan nyeri. 


2. Terasa Nyeri Setelah Pemasangan
Karena ditanam di dalam rahim, maka Moms akan merasakan sakit setelah pemasangan. Rasa sakit ini biasanya bertahan 3 hingga 5 hari pasca pemasangan dan beberapa ibu mengalami kejang. Selain itu adakalanya menimbulkan efek samping layaknya PMS, seperti sakit kepala, tumbuhnya jerawat, pegal linu di beberapa area badan, dan nyeri di bagian payudara. Apabila Moms merasakan hal ini secara terus menerus, maka segera berkonsultasi dengan dokter ya!

 

source: http://www.scpr.org

3. Menimbulkan Radang

KB spiral adalah benda asing yang ditanam di dalam rahim. Pada dasarnya tubuh akan menolak benda asing, sehingg area tempat dipasangnya KB spiral menjadi iritasi dan terjadi radang yang terasa sakit. 


4. Perforasi Dinding Uterus
Apabila pemasangannya tidak tepat, maka KB spiral dapat menyebabkan perforasi pada dinding uterus atau perlubangan pada dinding rahim akibat tekanan dari KB spiral. Oleh karena itu, KB spiral harus benar-benar dipasang oleh ahli. 
 

source: https://www.elawoman.com
baca juga

5. Hanya Bisa Digunakan oleh Orang Tertentu Saja

Tidak semua orang bisa menggunakan KB spiral. Orang-orang yang memiliki penyakit radang panggul, kelainan pada rahim, kanker serviks, kanker payudara dan infeksi menular seksual (IMS) tidak boleh menggunakannya. 


6. Relatif Mahal
Dibandingkan dengan metode kontrasepsi lainnya, pemasangan KB spiral tergolong mahal dibanding mengonsumsi pil KB atau KB suntik. 

source: https://www.drugwatch.com