haii buibuuu
melanjutkan acara pilih memilih sekolah yang ada di blog sebelum nya, yaaaa

duluuu jaman kita sekolah, kayak nya gak ush banyak milih milih yang ini itu ya, karna dulu masih di dominasi  sekolah sekolah pemerintah, dimana semua metode pendidikan, kurikulum dan standart nya hampir merata karna semua di atur oleh pemerintah, sekarang banyak berkembang sekolah sekolah swasta yang mempunyai metode metode pengajaran yang mungkin bagi kita orang tua termasuk hal baru, tentu saja hal ini merupakan hal yang perlu kita tau sebelum memilih sekolah untuk anak, khusus nya untuk pemilihan preschool
 

Pendidikan tidak melulu berpusat pada hal yang bersifat akademis atau dilakukan dengan cara formal, melainkan lebih bersifat praktis yang diintegrasikan lewat bermain atau dengan cara yang tidak formal

Montessori
Kurikulum Montessori mengutamakan kemandirian di mana anak belajar untuk memilih sendiri konsep apa yang ingin ia pelajari dengan menggunakan alat permainan yang edukatif. Jadi anak belajar dari kesalahan (trial and error) dan mengkoreksi diri.

Kelas di sekolah yang berbasis Montessori bisa terdiri dari murid-murid dengan umur yang berbeda atau campur sesuai dengan keterampilan yang dipelajari. Guru di kelas berfungsi sebagai seorang pengamat dan pembimbing.

Orang tua yang memilih sekolah dengan metode ini memiliki alasan karena dapat memupuk kemandirian dan sifat kepemimpinan anak. Pada awalnya metode ini mulai diperkenalkan oleh Maria Montessori di Roma sekitar tahun 1900 yang diperuntukkan bagi anak yang terbelakang secara mental. Namun praktek ini berkembang dan dapat diaplikasikan bagi anak yang normal baik dari jenjang prasekolah, SD sampai sekolah menengah.



Waldorf

Pendidikan dengan metode Waldorf berfokus pada keterampilan yang bersifat praktis. Di usia dini diberikan melalui permainan yang kreatif. Perkembangan anak secara moral dan sosial juga menjadi salah satu tujuan yang ingin dicapai. Maka penilaian pada anak dilakukan secara kualitatif daripada kuantitatif (berupa skor).

Metode yang awalnya dikembangkan oleh Rudolf Steiner di sekolah di Jerman ini didasarkan pada teorinya tentang perkembangan anak.

Reggio Emilia

Kurikulum ini berbasis proyek (project) di mana pelajaran diberikan dalam bentuk proyek yang dikerjakan oleh anak. Jadi anak akan belajar melalui eksplorasi untuk mencari jawaban dan memecahkan suatu masalah (problem-solving).

High Scope

Kurikulum High Scope, berdasarkan teori konstruktivisme oleh Vygotsky, mengutamakan pembelajaran aktif (active learning) dan  berbasis komunitas belajar di mana interaksi secara aktif dilakukan oleh murid.

Setiap pelajaran diberikan dengan urutan Plan-Do-Review di mana anak sendiri merencanakan apa yang akan dipelajari, melakukan proses pembelajaran dan mengulang kembali apa yang sudah dipelajari.

Terdapat 8 komponen utama dalam metode yang berasal dari Amerika Serikat ini termasuk pendekatan pembelajaran, bahasa dan komunikasi, perkembangan sosial dan emosional, kesehatan jasmani, matematika, sains dan teknologi, pengetahuan sosial dan kesenian.

so yaaa jadi sekolah mana yang cocok untuk anak bu ibu tercinta?


love
niar