Hola Mommies!

Pernahkah merasa bingung ketika bertemu dengan seseorang yang memiliki anak dengan tampilan yang berbeda? Ada apa dengan anaknya? Sikap apa yang harus kita tunjukkan agar tidak menyinggung perasaan mereka?

Image Source: www.kidsnplay.com

Pernahkah kita mencoba mengutamakan persamaan mereka dengan anak lainnya instead of perbedaannya? Ini juga jadi reminder untuk diri saya sendiri. Mungkin bisa kita mulai dari rumah masing-masing terlebih dahulu. Mulai mengajarkan anak-anak kita sendiri mengenai cara berteman dengan kawan-kawan yang spesial atau biasa dikenal dengan Anak Berkebutuhan Khusus (ABK). Tentunya kita tidak mau anak kita atau diri kita sendiri tumbuh menjadi seorang pelaku bullying bagi ABK.

Image Source: i.pinimg.com

Namun, sebelum kita cari tahu bagaimana caranya, ada baiknya kita pahami dulu apa yang menjadi masalah/kesulitan bagi ABK dalam berinteraksi sosial. Pada beberapa ABK, adanya gangguan/ keterlambatan pada fungsi kognitif menyebabkan:
1. Kesulitan untuk memulai berinteraksi (inisiasi sosial)
2. Kesulitan memahami maksud pembicaraan lawan bicara
3. Kesulitan mengekspresikan emosi secara tepat
4. Hambatan komunikasi
5. Dan sebagainya

Image Source: cdn9.littlethings.com

Apa yang biasanya membuat seorang anak membully anak lain? Salah satunya karena anak melihat adanya perbedaan anak lain dengan diri dan kelompoknya. Perbedaan baik dalam bentuk fisik maupun perilaku. Lalu apa yang bisa kita lakukan agar anak bisa menerima perbedaan itu dan tetap bisa berteman dengan ABK? Menurut saya perlu disampaikan dan diutamakan persamaan-persamaan diantara mereka. Sama-sama makhluk ciptaan tuhan, sama-sama ingin bermain, dan sama-sama ingin memiliki teman. Hanya saja cara mereka memang berbeda dengan anak pada umumnya.

Image Source: Fotolia.com

Berikut ini tips mengajarkan anak-anak kita untuk berteman dengan kawan-kawan yang spesial:

Ajarkan anak untuk tetap menyapa, namun jangan marah, sakit hati, atau kecewa apabila tidak disapa balik. Percayalah, mereka juga ingin menyapamu, hanya saja keterampilan itu harus mereka pelajari terlebih dahulu.

Hampiri mereka dan ajak bermain. Bukannya mereka sombong tidak pernah menghampirimu duluan, hanya saja mereka belum tahu bagaimana caranya memulai.

Tawarkan mainan yang kamu punya untuk dimainkan bersama, tapi jangan kecewa jika mereka hanya berdiam diri. Tunjukkan bagaimana cara memainkan mainanmu.

Sesekali, ikuti cara mainnya. Mungkin mereka hanya ingin berdiri sambil memegang keras tanganmu lalu tertawa. Tidak apa, ikuti saja, ketahuilah bahwa itu salah satu cara mereka mengenalmu lebih jauh. Tertawalah bersamanya, bukan menertawakannya.

Pahami bahwa berkomunikasi bukan hanya menggunakan bahasa verbal. Jika kamu biasa bercakap-cakap dengan teman-temanmu yang lain, maka kamu bisa gunakan gesture kepada teman spesialmu. Bantu mereka pahami apa maksudmu.

Jika sesekali mereka marah, berteriak, atau menangis tiba-tiba jangan kecewa. Belum tentu mereka marah padamu, mungkin saja mereka sedang merasa tidak nyaman tapi sulit mengungkapkannya.

Berbuat baiklah pada sesama. Dan jika kamu beruntung, mereka bisa menganggapmu sebagai sahabat yang memahaminya.

Image Source: i.pinimg.com

Sebagai orangtua yang tidak memiliki anak dengan kebutuhan khusus, tentunya saya tidak bisa merasakan persis apa yang mereka rasakan. Namun saya bisa membayangkan. Sulitnya menerima kondisi anak sejak awal, merasa adanya ketidakadilan, dan kebingungan harus berbuat apa. Sedangkan dibutuhkan orangtua yang 'bangkit' dari masalah ini demi bisa mengoptimalkan tumbuh kembang anak. Juga ketakutan orangtua menghadapi masa depan anak terutama ketika nanti anak harus bergabung di lingkungan sosial. Sebagai sesama, maka kita perlu mempermudah hal ini bagi mereka dengan menciptakan lingkungan yang penuh cinta tanpa menghakimi. Karena sebenarnya Anak-anak Berkebutuhan Khusus mungkin saja tidak keberatan hidup dengan kondisi dirinya masing-masing, mereka sudah terbiasa sejak awal. Hanya saja, terkadang lingkungan sekitar yang menyulitkan mereka.

Saya punya seorang kawan, seorang Ibu hebat (dan memiliki suami hebat juga pastinya) dari seorang anak yang sangat cantik dan spesial bernama Aurora Zalfa Remialdy. Pasangan yang berhasil 'bounce back' dari masalah dan fokus mengoptimalkan tumbuh kembang anaknya. Baca ceritanya yuk DISINI untuk tahu harapan mereka bagi anaknya ketika masuk di lingkungan sosial. Mohon maaf saya tidak bisa menyebutkan diagnosa Aurora, bukan hak saya.


Dedicated to my dear Ulove & Amih ❤



3 Desember 2017 , Selamat Hari Disabilitas Internasional
Sudahkah kita peduli dengan mereka?

Catch up later on my next post :)