Melakukan Aktivitas Berat

Pada usia kehamilan 9 bulan, tubuh membutuhkan lebih banyak istirahat. Jangan memaksakan diri untuk tetap membersihkan rumah atau kegiatan rumah tangga lainnya. Minta pada pasanganmu untuk ikut membantu pekerjaan rumah tangga. Isi waktu santaimu dengan membaca buku atau berolahraga. kamu bisa melakukan olahraga ringan dengan berjalan kaki pelan selama 10-15 menit pada pagi atau sore hari agar tubuh kamu tetap segar.

source: http://motherhow.com/9-months-pregnant/


 

Konsumsi Makanan Tidak Bergizi

Sejak awal kehamilan, sudah ada beberapa makanan yang menjadi pantangan untuk kehamilan. Pada kondisi hamil tua, kamu harus tetap konsisten untuk 'mantang'. Jangan coba-coba untuk mengonsumsi makanan atau minuman yang mengandung kafein, alkohol, sakarin, keju lunak, sea food mentah dan merokok. Konsumsilah makanan yang baik untuk janin agar semakin sehat seperti gandum, buah, sayur, susu, dan makanan yang mengandung protein lainnya. Minum juga air putih yang cukup.
 

source: http://www.kehamilanku.web.id/2014/08/bahaya-minum-kopi-bagi-kehamilan-wanita.html


 

baca juga

Makan Durian

Durian sangat tidak dianjurkan untuk ibu hamil karena mengandung kolesterol tinggi, alkohol dan asam arachidonat. Kontraksi bayi pada trimester akhir kehamilan bisa dipicu oleh senyawa arachidonat ini dan mengakibatkan bayi lahir prematur, bahkan keguguran jika dikonsumsi pada trimester awal kehamilan. Kandungan alkohol dalam durian bisa mengganggu perkembangan janin.

source: http://thienhungfruit.com/product/durian/


 

Terlalu Stres

Menjelang kelahiran, ada beberapa wanita yang merasa stres karena was-was pada proses melahirkan nanti. Kamu harus tetap rileks dan jangan terlalu stres karena itu bisa membuat janin berkontraksi dan berakibat pada kelahiran prematur. Lakukan hobi favoritmu yang bisa membuat pikiranmu positif dan bahagia.

source: http://www.solusisehatku.com/stress-pada-ibu-hamil-inilah-cara-mengatasinya


 

baca juga

Malas ke Dokter

Tips hamil tua selanjutnya adalah kamu harus rajin-rajin mengontrol perkembangan janin ke dokter. Kontrol dilakukan minimal seminggu sekali untuk melihat posisi janin sudah pada posisi atau masih perlu pemijatan agar posisi bayi tidak sungsang

source: https://www.cdc.gov/pregnancy/meds/treatingfortwo/links.html