Mengandung dan melahirkan seorang anak adalah impiah seluruh perempuan di dunia, apalagi tidak semua perempuan bisa mengalami hal ini dengan mudah. Ada banyak perempuan di luar sana yang harus melalu banyak proses sebelum akhirnya bisa dinyatakan hamil dan melahirkan. Untuk itu para perempuan yang telah dipilih Tuhan untuk dititipi anak, sudah sepatutnya bersyukur atas hal tersebut.


http://www.thecullendentalpractice.co.uk/Websites/cullendental/images/BlogThumbnails/pregnant%20blog.jpg

Selama ini proses mengandung ditengarai sebagai proses yang less scary daripada melahirkan, hal ini disebabkan selama kita menjalani masa mengandung, kontrol terhadap bayi masih ada sepenuhnya pada diri calon Ibu yang mengandungnya. Sementara proses melahirkan cukup menjadi momok yang menakutkan karena prosesnya yang berdarah-darah dan konon harus dilalui dengan rasa sakit yang tak terkira. Lalu apa lantas kita harus paranoid dengan proses melahirkan?

Saya sendiri melalui proses persalinan anak pertama dengan metode spontan atau biasa disebut normal dan proses itu sendiri cukup menyisakan rasa trauma pada diri saya. Saat itu saya dibantu dengan obat induksi untuk merangsang pembukaan dan ternyata rasanya diinduksi itu luar biasa 'nikmatnya'. Setelah sekian jam berlalu, akhirnya saya berhasil melahirkan anak pertama saya -Ayas-. Rasa lega yang muncul perlahan berganti dengan rasa trauma kalau mengingat sakitnya proses induksi. Lalu apakah saya jadi paranoid dengan proses melahirkan?


https://www.healthymummy.com/wp-content/uploads/2016/10/15-Things-You-Didnt-Know-Happened-After-Giving-Birth.jpeg

Jawabannya adalah tidak boleh, saat ini saya sedang memasuki usia kandungan bulan ke 5 untuk anak kedua saya. Apabila saya paranoid dengan proses melahirkan, saya hanya akan membuat diri saya trauma dan tidak siap melahirkan anak kedua saya. Saya yakin bukan itu yang dibutuhkan anak kedua saya dari Ibunya. Selain itu saya juga yakin kesiapan saya dalam melahirkan adalah permulaan saya untuk siap menghadapi tantangan-tantangan selanjutnya yang akan saya hadapi setelah anak saya lahir. Jadi saya harus tepis rasa takut akan sakitnya melahirkan agar saya bisa kuat menjalani peran saya sebagai seorang Ibu.

Sebenarnya ada banya teori yang bisa diterapkan untuk membantu seorang calon Ibu menghadapi rasa takut akan proses melahirkan, mulai dari rutin senam yoga hamil sampai ikut kelas hypno birthing. Saya yakin semua cara itu tidak ada yang sia-sia apabila kita benar-benar berniat menerapkannya, tapi jika kita hanya berpegang pada teori tanpa yakin bahwa pada dasarnya seorang perempuan sudah dibekali kekuatan untuk melalui proses ini, maka keyakinan yang kita punya hanya akan jadi keyakinan yang kosong. Oleh karena itu, ada baiknya sebelum sibuk menerapkan teori ini itu, terlebih dulu kita yakin pada diri kita sendiri bahwa wanita diberi kelebihan oleh Tuhan untuk melalui sakitnya proses melahirkan untuk melahirkan jiwa baru ke bumi ini.

So, embrace our power to give birth ya moms!