Hai new moms! Me too! Mungkin pertama kali hamil, bakalan banyak banget pertanyaan dalam benak tentang ini dan itu. Namun, saya bersyukur sih karena berada di zaman yang serba gampang. Gak tau tinggal browsing, kalau ragu sama sumber yang satu bisa cari sumber lain yang lebih meyakinkan. Bener gak, Moms?


(Source: http://www.trickdiscovery.com/wp-content/uploads/2016/03/Best-Browser-For-Smartphone.jpg)

Well, gak mau banyak basa-basi, hari ini saya ingin membahas sesuatu yang mungkin bisa dialami, atau bisa juga tidak pada ibu hamil. Terutama pada usia kehamilan trimester ketiga. Pengen share pengalaman aja, jadi awal masuk trimester ketiga, saya sangat amat doyan ES BATU. Ada yang pernah merasakan hal ini kah? Yaampun Moms. Sumpah, kalau lihat es batu apalagi yang kecil-kecil tuh pengennya nyemilin mulu! Dan kalau sehari aja gak ketemu es batu, rasanya gimana... gitu.


(Source: https://hellosehat.com/wp-content/uploads/2016/12/Suka-mengunyah-es-batu-apakah-baik-untuk-kesehatan.jpg)

Saya merasa cukup janggal dengan keadaan ini, karena memang sebelum hamil, saya bukan penggemar es batu. Bahkan saya malah lebih suka minum air hangat. Nah, kejanggalan ini juga disadari oleh Bunda saya dan beberapa teman saya. Banyak yang kasih nasihat ke saya seperti ini, ke saya seperti ini, ke saya seperti ini,

“Kalau makan es batu jangan sering-sering, nanti anaknya gede di dalem loh!”

“Makan es batu boleh, tapi jangan dibarengin sama minuman yang manis.”

“Makan es batu bikin bayinya gede loh! Mending gede di luar daripada di dalem.”


(Source: http://www.news.civilserviceindia.com/wp-content/uploads/2015/09/embryo.jpg)

Baiklah, sebenernya saya tidak mempermasalahkan statement yang dikeluarkan oleh orang lain, setiap orang berhak mengeluarkan pendapatnya. Namun entah kenapa itu cukup mengganggu saya, walaupun beberapa yang mengatakan adalah orang-orang yang sudah berpengalaman.

Ya, mau bagaimanapun sebagai ibu generasi millenials (atau bisa dibilang ibu muda jaman now) saya memilih untuk browsing dan bertanya kepada dokter kandungan saya.
Hasil browsing yang saya lakukan di internet, secara singkat dan saya ambil dari beberapa sumber adalah sebagai berikut:

1) Es batu tidak memengaruhi berat badan bayi dalam kandungan, yang memengaruhi berat badan bayi dalam kandungan adalah genetik (ini faktor yang paling berpengaruh)

2) Ibu hamil tidak boleh dehidrasi, minum air es dan air hangat sama saja. Yang penting cairan tubuh ibu hamil dapat terpenuhi.

3) Ibu hamil tidak boleh berlebihan dalam mengonsumsi gula (Ya, mungkin ini yang bilang kalau minum pake es batu boleh tapi jangan dibarengi dengan minuman manis) as long as gak berlebihan sih menurutku there’s nothing to worry about ya, Moms.

Di atas adalah hasil browsing yang saya lakukan melalui internet. Namun, saya tidak begitu 100% mempercayainya sebelum bertanya kepada ahlinya. Akhirnya saat memeriksakan kandungan, saya bertanya kepada dokter, kurang lebih seperti ini pembicaraannya:

“Dok, saya entah kenapa pas hamil suka banget makan es batu, itu kenapa ya?”

“Wajar ibu, memang ada beberapa ibu hamil yang ketika hamil menyukai es batu. Tidak masalah. Es batu itu kan sama dengan air. Ya, makan es batu sama saja dengan meminum air.”

“Oh gitu dok, terus bayi dalam kandungan bagaimana ya?”

“Yang penting ibu tidak dehidrasi, vitamin dan mineral dalam tubuh terpenuhi. Dan satu lagi, kalau minum es lebih baik bikin sendiri, karena kita gak pernah tau kan es batu yang di luar dibuat dari air yang bersih atau tidak.”

Dalam hati saya berujar. Thank God, berarti masih bisa makan es batu. Hihihi.

The point sih, hasil research desk saya dengan pernyataan dokter hampir mirip. Jadi, intinya moms, sah aja kalau kita mau makan es batu, tapi perhatikan asupan untuk kita dan bayi kita juga ya. Dan tentu saja kalau mau aman, bikin es sendiri di rumah.