Hampir lima tahun menempuh pendidikan S3 di ITB, selama masa itu pula menjalani tiga kali kehamilan. Dengan segala suka dan duka menjalaninya, ada masa saya sangat lemah dan lelah serta terpikirkan untuk berhenti.  Tetap ternyata saya tetap bisa bertahan hingga bisa menyelesaikannya.  Di balik itu, ada sosok pemberi semangat yang menguatkan dan menahan agar bisa menyelesaikan apa yang menjadi impian saya....dia adalah suami tercinta.



Berawal dukungannya saat mengutarakan keinginan melanjutkan sekolah. Kesediaannya membiayai mandiri bila saya tidak mendapatkan beasiswa.  Hingga kepercayaannya pada kemampuan saya tinggal sendiri di rantau jauh dari dari keluarga.  Menjadi tempat keluh kesah saat menghadapi ketidaknyamanan sekaligus teman berbagi kebahagiaanku.



Dukungan moril dan materi darinya selalu menenangkan saya hingga bisa fokus kembali ke sekolah.  Keyakinannya pada kemampuan saya menyelesaikan segala urusan sekolah sambil mengurus anak-anaknya memberi tambahan energi positif. Hingga akhirnya saya selesai... masa yang indah pada akhirnya seperti indahnya akhir penantian kami akan kehadiran anak.

Terima kasih atas segala dukungannya.