Be prepared! Buat yang ingin resign Dan jadi Full time mom, jangan anggap sepele FTM
Image result for full time mom
Saya yakin setiap orang punya alasan Dan self-motivation masing-masing, mengapa ia ingin resign.
Dalam Hal ini, WHY atau alasan itu amat sangat penting, terutama saat moms menghadapi cobaan-tantangan peran yang baru kelak.
Oleh karena itu, before you jump, take your time and write down list of WHY do you want to do it. Akan Ada masa dimana bunda akan galau… Dan boleh jadi mundur dari “langkah” yang sudah diambil.

Tulisan ini dedicated untuk teman-teman yang belum “lompat”. Saya menggunakan kata lompat karena menurut saya, Bunda pekerja atau wanita karir itu punya dunia yang sama sekali berbeda dengan Full time mom (FTM). Seperti Dua aquarium yang berbeda. Aquarium Itu bisa Kita lihat isinya dari luar, boleh jadi Kita pikir disana indah atau lebih baik, tapi yang jelas, Kita tidak akan benar-benar paham keindahannya-nyaman atau tidaknya, sebelum Kita benar-benar masuk ke dalamnya.

So… be prepared! Karena persiapan yang baik itu adalah separuh dari keberhasilan.

Persiapan pertama sudah Kita lakukan, yaitu menuliskan list WHY. Sudah Kita bahas diatas.

Persiapan kedua adalah membuat SWOT analysis mengenai diri Kita. Duduk sejenak Dan tuliskan kekuatan Kita, kelemahan Kita, apa aja opportunity yang akan Kita dapat dengan jadi FTM, apa saja tantangannya. Jika memungkinkan, bahas Hal tersebut bersama suami, bukan hanya supaya Kita mendapatkan sudut pandang yang lebih lengkap, namun juga untuk memastikan suami turut mendukung Kita Dan  menguatkan langkah Kita.


Persiapan ketiga adalah membicarakan keputusan yang akan diambil (bahwa Kita akan resign, akan berkarya dirumah saja dst) dengan semua anggota keluarga. Bukan hanya pembicaraan berdua suami, namun juga dengan anak-anak, orangtua, adik atau Kakak Kita, mertua Dan juga pengasuh atau asisten dirumah. Hal ini penting, karena bukan Cuma hidup Bunda yang akan “berguncang”, namun juga hidup orang-orang terdekat tersebut. Dengan membicarakan nya jauh-jauh Hari sebelum nya, akan lebih nyaman bagi semuanya. 
Pada tahap ketiga tersebut, biasanya Bunda akan mendapat banyak kata-kata negatif dari orang-orang tersebut. Sebagian besar (menurut pengalaman saya) seakan menghalangi atau tidak senang dengan rencana yang Kita buat. Nah, disinilah list WHY Kita Kita gunakan. Untuk mengasah niat Dan tekad Kita. Jika WHY Kita memang kecil atau sederhana, Kita akan mengurungkan niat saat diserbu dengan rasionalisasi yang disampaikan oleh orang-orang tersayang atn terdekat tersebut.
Semua kata-kata yang Kita terima, baik positif maupun negatif, baiknya Kita catat Dan mungkin sebagian dapat Kita tambahkan dalam SWOT analysis yang sudah Kita buat pada langkah kedua.

Persiapan keempat adalah membuat business plan of being full time mom. 
Apa? Ga salah… ? Kayak kerja aja!
Betul moms, ga salah. Jangan sekali-kali menganggap remeh pekerjaan FTM. Jangan dikira lempeng-lempeng aja. Tanpa perencanaan yang terstruktur, jangan harap moms dapat mencapai hasil yang diharapkan. Boleh jadi yang niatnya Demi anak, ternyata anaknya ga jadi lebih baik saat ibunya selalu nongkrongin dia 24jam. Tanpa kegiatan yang terstruktur, Bunda akan malas bangun dari tempat tidur saat lost motivation. Tanpa rencana evaluasi, Kita berisiko membuang banyak waktu sia-sia Dan ternyata hanya jalan ditempat saja.
Tapi saya belum pernah bikin yang namanya business plan… 😑
No worry moms… jika mau belajar pasti Ada jalan
Business plan ftm yang saya maksud sekurang-kurangnya mengandung poin-poin berikut:
•    Target (misal: anak tumbuh sehat)
•    Kegiatan (misal: masak makanan yang bergizi Dan disuka oleh anak minimal 2kali sehari)
•    Sasaran (misal: sarapan Dan makan malam habis minimal setengah dari yang disajikan)
•    Strategi (misal: melibatkan anak dalam pemilihan menu)
•    Cara evaluasi (misal: berat badan anak dibanding kan kurve pertumbuhannya, dievaluasi 1 bulan sekali)
•    Indikator keberhasilan (misal: anak masuk dalam range hijau- tidak kurang Dan tidak pula berlebih gizinya)
Nah… sudah kebayang kan moms… yang dimaksud dengan business plan 😊
Target disesuaikan dengan value keluarga, seperti adek tidur dikamarnya sendiri, Kakak bisa Bantu cuci piring atau menyapu, hapalan Alquran, mampu mengucapkan Please and Thank you Dan masih banyak lagi… target-target atau harapan Kita terhadap anak-anak Kita.
Jangan lupa untuk membicarakan business plan ini bersama suami Dan anak-anak… they are also part of your team to be successful.
Sama-sama bikin “janji” klo sukses mencapai target, apa reward yang didapat, mungkin jalan-jalan ke tempat wisata…

Persiapan kelima berhubungan dengan hardware… atau perlengkapan “kerja”. Ini sangat tergantung kebutuhan masing-masing yaa… misalnya buku resep, peralatan masak, atau bahkan sepeda yang Ada dudukan anaknya. Dan lain sebagainya.

Persiapan keenam adalah jadwal. Moms mesti bikin jadwal harian. Bangun jam berapa, abis itu ngapain aja, dst sampe tidur lagi.
Boleh jadi jadwal ini ga Kita pakai dengan saklek, tapi paling ga, dengan adanya jadwal ini, Kita ga akan bengong dan bingung, don’t know what to do, yang buntutnya demotivated Dan merasa tidak berguna.
Bagi yang punya baby dibawah 1 tahun, kadang jadwal sering kacau karena si dedek nyusu ga kenal waktu. Nah… bayangkan saja… klo buat jadwal aja bisa ga sesuai apa kabarnya klo moms ga bikin jadwal, bisa-bisa seharian kegiatan Cuma nyusuin aja.

Nah… persiapan terakhir adalah bikin Surat resign Dan upaya meyakinkan atasan Dan rekan-rekan kerja bahwa keputusan Kita sudah matang Dan mereka pasti bisa dapatkan pengganti diri Kita secepatnya…
Yang terakhir ini… not happened to me 😣😔
1 tahun kurang lebih saya menunggu orang yang bisa gantikan posisi diri ini… tapi ga dapet-dapet. Klise… yang oke ga mau digaji segitu, yang mau ga cukup oke… hehehe. Alhasil saya keluar sebelum dapet pengganti. 
Ga kerasa udah 6 bulan jadi full time mom. Saya mensyukuri setiap detiknya. Meski hidup memang penuh suka duka… tapi Makin lama saya Makin yakin akan keputusan ini. 
Buat yang kepengen tapi belum lompat juga… tunggu apa lagi… 

Image result for dare to jump quotes
Buat yang udah ancang-ancang mau lompat… please be prepared 😉