1. Bayi Lahir dengan Bobot Ringan

Menurut penelitian, bayi yang lahir dari ibu yang mengalami stres selama kehamilan akan mempunyai berat badan yang terlalu kecil. Jika stres yang dialami dapat dikelola dan tidak terjadi terus menerus, bayi tidak akan mendapat dampak negatifnya, tetapi jika stres berlarut-larut, tubuh akan menghasilkan reaksi kimia yang sama ketika sedang dalam bahaya, itu menyebabkan terhambatnya pasokan darah pada janin.

source: http://www.huffingtonpost.com/gordon-javna/9-weird-facts-about-newbo_b_9672486.html


 

baca juga

2. Bayi Akan Lahir Prematur

Durasi waktu kehamilan diatur oleh hormon pelepas kortikotopin (CRH). Pada trimester pertama, produksi hormon ini mengingkat. kemudian, Jjika ibu hamil mengalami stres terus menerus, hormon ini akan lebih banyak lagi diproduksi sehingga dapat mempercepat waktu kehamilan dan mengakibatkan bayi lahir prematur.

source: https://feed.merdeka.com/trend/7-alasan-bayi-lahir-prematur-160613d.html


 

3. Terganggunya Perkembangan Otak Janin

Ketika ibu mengalami stres yang berkepanjangan selama kehamilan, janin dapat merasakanannya.  Berdasarkan riset yang dilakukan Journal Endocrinology Clinical bahwa ibu hamil yang mengalami stres berlebihan saat hamil dapat mengganggu perkembangan otak dan perkembangan perilakunya. Perasaan stres tersebut membuat janin tidak nyaman sehingga mengganggu perkembangan otaknya yang dapat berpengaruh saat tumbuh kembangnya. Bayi akan menjadi cengeng, pemurung dan penakut.

source: http://www.parents.com/baby/care/crying/understanding-baby-cries1/


 

baca juga

4. Sistem Imun Bayi Lemah

Keadaan tubuh ibu hamil akan melemah saat mengalami stres yang berkepanjangan. Menurut penelitian, bayi juga akan terpengaruh dan menyebabkan sistem kekebalan tubuhnya pun melemah.

source: http://www.bounty.com/baby-0-to-12-months/health-and-care/illness/signs-your-baby-is-ill


 

5. Resiko Bayi Mengalami Alergi

Stres yang dialami ibu ketika hamil dapat menghasilkan hormon kortisol. Berdasarkan penelitian, jika hormon ini banyak diserap oleh janin, maka kemungkinan besar bayi akan menderita alergi ketika lahir nanti.

source: http://www.rambutsehatalami.com/2016/11/ciri-ciri-alergi-susu-formula-pada-bayi.html


 

6.. Bisa Menyebabkan Keguguran

Pengaruh stres saat hamil yang paling buruk adalah keguguran. Saat stres tubuh memproduksi hormon kortisol yaitu hormon stres yang bisa masuk ke plasenta yang melindungi janin. Kadar hormon kortisol baik dalam jangka pendek, tetapi akan berakibat buruk jika terus menerus diproduksi. Bisa mengakibatkan depresi, dan keadaan tubuh akan menjadi lemah, begitupun bayi yang dikandung. Bisa dibayangkan jika kondisi bayi terus melemah, dapat mengakibatkan keguguran.

source: http://www.techtimes.com/articles/177475/20160913/reduced-stress-will-help-womans-chances-pregnancy.htm