Hola Mommies!

Setelah baca tulisan Mama Acen tentang Persiapan Melahirkan Caesar , saya jadi ingat proses lahiran anakku dulu. Sama seperti Mama Acen, sayapun hanya mempersiapkan mental untuk lahiran normal, tapi ternyata: TETOOOTT maaf anda kurang beruntung silahkan dicoba lagi kapan-kapan.

Segala tips agar bisa lahiran normal saya ikuti. SEMUANYA. Tapi Tuhan punya rencana lain. Kehamilan saya sudah hampir 41 minggu, air ketuban tinggal sekian persen, dan tulang pada janin sudah ada sedikit pengapuran tapi belum ada kontraksi sama sekali. Dokter yang baik hatipun masih menawarkan mau usaha normal lagi? Ya mauuu Dok kalau masih bisa diusahakan. Dokter bilang "pilih, mau langsung SC sekarang atau induksi dulu tapi gak lewat dari 24 jam harus keluar anaknya". Dengan SOKnya saya pilih INDUKSI DOK YUK MAREEE.


Image Source: shutterstock.com

Tapi setelah 22 jam induksi, 2 botol infus, dan sudah ganti hari, gak berhasil juga. Dokter masuk ruangan, cek pembukaan dan langsung melihat ke suami saya tanpa nanya lagi ke saya,
Dokter: "gimana Pak?"
Pak Suami: "Udah dok, operasi aja, saya harus TTD dimana?" 
Weeerrrrr saya langsung banjirrrr nangis sesenggukan. Sedih dan takut karena harus SC. 


Image Source: istockphoto.com

Akhirnya Raline lahir melalui proses SC tanggal 23 September 2014 pukul 21.15 dengan BB 3.6kg dan panjang 50cm. Alhamdulillah sehat walafiat. Hanya ada benjolan lunak di kepalanya yang bertahan selama sekitar 3 bulan. Menurut dokter itu tidak bahaya dan akan mengempis sendiri tanpa obat, Trauma Jalan Lahir namanya. Memang saat proses dikeluarkan dari perut cukup lama dan susah menurut dokter. TUH KAN APA AYE BILANG NI ANAK MAUNYA TGL 27 (barengan ultah ayahnya), DIKELUARIN SEKARANG DIA TRAUMA DEH. Teteeup yaa usaha!


Benjolan lunak di kepala membuat kepala Raline sedikit terlihat kotak.

Rasa sedih sudah pasti berganti rasa bahagia atas kelahiran anak pertama. Tapi sebenarnya masih menyimpan sedikit rasa kecewa bahkan cukup lama loh hampir usia Raline menuju 1 tahun. Gak bagus banget yaaa..
Tiap ada yang nanya lahiran normal/sc? Saya minder jawabnya. Tiap baca tulisan di socmed ada yang lahiran normal saya nangis. Kenapa dia bisa tapi saya gak bisa?. Apalagi kalau ada yang bilang baru bisa merasakan jadi wanita seutuhnya kalau sudah merasakan lahiran normal. Lalu apaaa aku ini? Setengah wanita setengah ubur-ubur? Hehe.

Bukan salah mereka juga yang menginfokan proses kelahiran normalnya, mereka juga memang pantas merayakan kebahagiaannya kan?. Ini murni perasaan kecewa pada diri sendiri yang tidak seharusnya ada. Untung suamiku baik hati selalu menunjukkan kalau dia bangga sama saya walaupun sekedar bisa mandiin anak bayi. Ini lebay sih, mungkin supaya saya gak berlarut-larut sedihnya hahaha.

Pikiran-pikiran gak penting ini baru hilang setelah saya merasakan 'riweh' dan serunya mengurus anak. Menghadapi tantangan di tiap fase tumbuh kembangnya. Saya baru tersadar kalau proses lahiran itu hanya awalan saja bukan segalanya.



Jadi untuk para wanita yang lagi hamil, menuju proses lahiran, baru saja lahiran, atau yang masih menyimpan perasaan "kenapa aku gak bisa lahiran normal". Tenang aja moms..
Being a mother is not how u deliver ur baby, but how u raise them.

-Edisi Curhat- hehe

Catch up later on my next post :)