Hai bukibuk, pada tahu billirubin gak sih?. Jujur, dulu Ibun sama sekali gak tau apa itu billirubin. Nah, khususnya yang sedang hamil anak pertama, menurut Ibun penting banget harus tahu apa itu billirubin, kenapa? Karna dengan mengenal penyakit kita akan lebih siap menghadapinya. Singkatnya, billirubin tinggi biasa dialami oleh anak yang baru lahir, billirubin dapat mengakibatkan penyakit kuning.


Ini berdasarkan pengalaman pribadi Ibun, jadi waktu Alta umur 5 hari kita dapat jadwal check up ke Rumah Sakit tempat Ibun melahirkan saat itu. Pas berangkat dari rumah, ya Ibun dan suami santai-santai aja karna berpikir ini check up biasa. Sampai di RS kita daftar dan langsung diarahkan ke lab untuk cek darah. Hasil cek labnya langsung keluar 1 jam kemudian dan kita langsung bertemu dokter yang waktu itu menangani kelahiran Alta. Baruuu buka pintu ruang praktek si dokter bilang gini, “Bu, anaknya gak pernah dijemur ya?”. Saya jawab tiap hari dijemur kok dok. Terus si dokter ngomong lagi, “Ini billirubinnya diatas normal 14mg/dL. Hari ini juga bayi ibu harus rawat inap untuk fototerapi.”. WHAT?? Rawat inap? Kaget banget dengernya kayak disambar petir di siang bolong. Ya ampun dok, billirubin itu opo? Kenapa harus rawat inap segala? Fototerapi itu apa?😭.

Si dokter akhirnya menjelaskan billirubin itu bla bla bla, kalau tidak segera ditindaklajuti bisa bla bla bla. Berhubung Ibun norak & ketakutan duluan karna membayangkan harus rawat inap (maklum seumur hidup Ibun belum pernah dirawat inap dan amit-amit jangan sampai jadi rada parnoan), penjelasan dari dokter tentang billirubin itu gak bisa Ibun cerna. Ibun cuma bisa jawab iya iya doang, suami yang sepertinya paham. Keluar dari ruang praktek si dokter suami langsung mengurus dokumen rawat inapnya dan suami menjelaskan kalau nanti Alta akan di rawat di ruang PICU yang artinya orang tua bayi dilarang menemani kecuali jam besuk. WHAT?! Lagi-lagi dibikin kaget, lebih kaget malah. Seketika Ibun langsung lemes, daripada mewek depan umum Ibun akhirnya masuk nursery’s room dan menangis sejadi-jadinya. Kalau orang tua gak boleh nemanin, anak gua neteknya gimana? Nanti kalau dia nangis siapa yang gendong? Siapa yang nenangin?. Siapa? Siapa? Siapa? Kalau anak gua disiksa siapa yang jaga?. Saat itu perasaan takut sekali dan gak siap kalau harus berpisah. Ya Allah, baru 5 hari ketemu anak udah harus dipisahin. Baru 5 hari dikasih kepercayaan masa gak bisa jaga sih, ada perasaan bersalah dan kesal dengan diri sendiri.

Untuk menebus perasaan bersalah Ibun, selama Alta di ruang PICU Ibun tetap pumping ASI dan suami yang antar ke RS. Saat jam besuk tiba, Ibun dan suami on time sudah mengetuk pintu ruang PICU untuk bertemu buah hati kami. Belum pernah Ibun merasakan rindu sedalam itu. Mungkin itu yang orang sebut belahan jiwa.

Eiittsss segini dulu ya bukibuk, kita lanjut di next blog. See yaa

 

Salam sayang dari Alta & Ibun ❤️