Hal yang bisa membuat dunia seorang anak seolah-olah 'runtuh' adalah Tidak Naik Kelas!

Apa yang Anda lakukan saat anak Anda tidak naik kelas? Apakah Anda akan nenertawakannya? Memarahinya? Protes pada pihak sekolah? Atau merangkulnya dan tetap memberi semangat padanya?

Ketika anak tidak naik kelas, perasaan menyesal dan malu merupakan hal pertama yang akan dirasakannya. Tidak hanya anak, orangtua pun akan merasakan hal yang serupa. Namun ingatlah tidak naik kelas bukan lah sebuah aib atau malapetaka. Tidak naik kelas merupakan akibat dari hasil perbuatan.

Anak-anak yang tidak naik kelas,  dalam psikologi pendidikan umumnya tergolong sebagai anak yang tidak terpenuhi kebutuhannya atau underachiever. Pakar pendidikan terkenal, Prof.Dr. Conny Semiawan lebih jauh menjelaskan bahwa anak yang underachiever dalam kesehariannya kurang mendapat pengarahan sesuai dengan kebutuhannya, sehingga belum tentu karena IQ nya kurang. Banyak faktor yang menyebabkan anak tidak naik kelas, yaitu :
1. Problema keluarga
2. Cara belajar salah
3. IQ kurang
4. Standar nilai sekolah yang tinggi
5. Sakit
6. Kurang semangat belajar
7. Korban bullying



Apapun yang menjadi faktornya, saat ini anak Anda merasa sedih, malu dan terpukul. Malu karna akan di cap bodoh, sesih karena ia tidak lagi sekelas dengan teman-teman seangkatannya, tertekan sehingga membuat konsep dirinya buruk.

Walaupun perasaan tersebut tidak dapat di hindari, namun sebagai orangtua sebaiknya Anda jangan menunjukkan perasaan kecewa dengan emosional. Yang terpenting saat ini adalah anak Anda memiliki semangat kembali untuk memperbaiki diri, bangkitkan motivasinya dan rasa percaya dirinya. Ajak anak berbicara dari hati ke hati agar ia merasa bahwa orangtua nya tetap mencintainya.



Setelah itu buatlah langkah-langkah perbaikan bersama anak, yaitu :
1. Mengatur jadwal belajar
2. Mencari metode belajar yang tepat untuk anak
3. Jika anak membutuhkan berikan les tambahan.
4. Mengontrol proses belajar nya.

Yang terpenting adalah konsep diri anak tetap positif, agar ia dapat memacu dirinya untuk lebih baik.