Saya sempat terhenyak mendengar berita yang beberapa hari ini menghias televisi.  Terkait anak seorang artis yang di vonis mengidap pennyakit Diabetes Mellitus (DM) akibat konsumsi produk minuman yang kandungan gulanya tinggi secara berlebihan.  Moms, terkadang kita sangat menganggap remeh perkara anak yang mengkonsumsi minuman ringan.  Anggapannya sering karena, agar si kecil gak merengek-rengek, atau sebagai pengalih perhatian aja.  Tapi kalo keterusan, ini bisa bahaya lho Moms. 

DM sendiri jika sudah pada tingkat lanjutan, maka akan beresiko besar menimbulkan komplikasi pda organ lain.  Organ yang kemungkinan akan terpengaruh adalah ginjal, mata, pembuluh darah ataupun saraf.  Apabila DM didiagnosis lebih dini, maka kesempatan untuk mengedalikan gula darah serta laju komplikasinya akan lebih baik.  Deteksi gula darah yang utama dilakukan melalui pemeriksaan gula darah. Namun selain melalui pemeriksaan laboratorium, deteksi diabetes juga dapat dikenali dengan 3 gejalan ini, atau yang disebut dengan 3P (Poliuri, Polidipsi, dan Polifagi)

1. Poliuri (sering buang air kecil)
Intesitas buang air kecil yang meningkat dan diikuti denga volume yang banyak, terlebih terjadinya pada malam hari, merupakan salah satu indikasi sesesorang mengalami diabetes.  Ini merupakan respon alami tubuh apabila kandungan gula dalam darah meningkat.  Tubuh akan mengeluarkan urine dalam volume yang lebih banyak diiringi gula.  Hal ini tentu sangat mengganngu ya Moms, terlebih pada anak-anak.  Perhatikan gejala ini dengan baik ya Moms.



2. Polidipsi (sering merasa haus)
Ini merupakan respon lanjutan dari tubuh akibat dehidrasi.  Dehidrasi terjadi karena meningkatnya volume urine. Sehingga untuk menjaga kadar air dalam tubuh, maka timbulah rasa haus yang sangat.  Parahnya, karena masih anak-anak, mereka tidak mengetahui respon ini.  Karena rasa haus yang sangat tersebut, maka anak-anak akan meminum air lebih banyak dan dengan rasa yang manis.  Rasa manis ini yang membuat gula darah akan semakin tinggi



3. Polifagi (Nafsu makan meningkat namun lemas dan kurang tenaga)
Pankreas yang bermasalah akan mengakibatkan produksi insulin menjadi terganggu. Efek lanjutannya adalah lemas karena energi yang dihasilkan juga berkurang dan tubuh menjadi lemas.  Otak akan memberikan respon bahwa tubuh sedang kekurangan energi.  Sehingga tubuh harus segera mendapatkan suplai makanan.  Sebab itu, orang yang menderita diabetes akan cenderung mudah lapar.
 
Moms, diabetes memang bukan penyakit menular, namun keberadaannya sudah semakin mengkhawatirkan.  Selain faktor genetik, gaya hidup juga sangat berpengaruh.  Gaya hidup sehat dengan melakukan aktivitas fisik rutin serta menjaga pola makan, sangatlah membantu tubuh dalam menjaga kadar gula darah tubuh.