Tak bisa dipungkiri, proses melahirkan merupakan salah satu proses yang paling menegangkan bagi seorang perempuan, baik itu melalui kelahiran normal ataupun operasi. Pasalnya, tahapan ini menjadi bukti perjuangan sang ibu untuk melahirkan sang bayi, membuatnya bertemu muka dengan dunia. 

Pun, saya melewati tahapan itu selama dua kali. Dan rasa bahagianya selalu sama, selalu melegakan, selalu mengharukan. 


Namun, bagi saya, perjuangan nggak berhenti di sana. Malah, rasanya, perjuangan baru dimulai. Yap, pergantian peran dari ibu hamil menjadi ibu menyusui, bahkan banyak juga yang diikuti oleh sindrom postpartum, mengingat pasca melahirkan, kita menjadi sensitif, sangat sensitif! 

Menurut saya, satu hal yang paling menyebalkan setelah melahirkan adalah banyaknya mitos tentang hal-hal yang harus dilakukan, ataupun dihindari. Biasanya, mitos ini dipercaya oleh banyak orang yang masih lekat akan tradisi, dan disampaikan secara turun temurun. 

Dan, entah kenapa, bagi saya, seorang perempuan yang dibesarkan dalam keluarga yang nggak terlalu percaya mitos ini itu, semua hal itu terasa agak menyiksa! Dan, banyak yang nggak logis juga. Hhhz~ 

​​​​​Mitos-mitos apa saja, ya? Kira-kira, mitosnya logis atau malah nggak masuk akal?

1. Kelilingi bayi dengan barang-barang "pelindung" alias jimat. 


Sumber: Denjones.com
​​​​​​

Adakah Moms yang mengalami hal serupa? Ketika saya melahirkan anak pertama, saya seperti dikelilingi oleh benda-benda yang-entah-kenapa membuat saya agak terganggu, mulai dari gunting kuku, sapu lidi, bangle (sejenis rempah mirip jahe), hingga bawang putih.

Konon katanya, benda-benda tersebut bisa menjauhkan bayi dari makhluk halus. Tapi, bikin saya jengah, sebenarnya. Tanpa mengurangi rasa hormat pada yang masih melakukannya, ya. Karena, semua ini kan perihal kepercayaan masing-masing. 

Dan, ketika saya pindah ke tempat saya sendiri, saya langsung singkirkan benda-benda tersebut (kecuali sapu lidi, karena dipakai untuk beres-beres kamar) dari area tempat tidur. Merdekaaaa!

2. Nggak boleh tidur siang, ya, nanti darah putihnya naik ke mata!


Sumber: Mother Nature Network

Setelah saya melahirkan anak pertama, pola tidur saya cukup berubah drastis. Awalnya, saya biasa tidur setidaknya 7 jam sehari, dan sulit dibangunkan. Namun, sejak menjadi ibu baru, saya hanya sempat tidur malam 2 jam saja, padahal rasanya lelah sekali. 

Nah, mitos ini paling menyiksa! Pasalnya, setelah lelah semalaman, yang saya butuhkan hanyalah "tidur sekejap" kok! Walau cuma setengah jam, tapi tidur siang seperti itu sangatlah berarti. 

Dan entah kenapa, saya nggak bisa menemukan korelasinya ataupun alasan yang bisa dijelaskan secara ilmiah dari mitos ini. Darah putih naik ke mata? Hmmmmmmm... Adakah Moms yang bisa memberi pencerahan logis tentang mitos ini?

3. Pantangan Makan dan Minum
​​​​​​

Sumber: Boston Magazine

Ya, hal ketiga ini merupakan mitos yang cukup menyiksa bagi saya. Pasalnya, yang nggak logis itu bukan karena perihal pantangan makanan dan minuman sesuai kandungannya, namun karena suhu makanannya.

Yap, katanya, ketika menyusui, saya nggak boleh makan atau minum yang dingin-dingin, nanti bayinya kena flu. Yang panas-panas juga nggak boleh, katanya, nanti sariawan. 

Padahal, suhu ASI di dalam tubuh ibu itu nggak akan berubah, lho, tetap pada 37 derajat Celcius, meskipun kita minum minuman dingin dan makan makanan panas. Yang terpenting adalah nutrisinya tercukupi, ASI akan tetap berkualitas, kok!

4. Nggak boleh mandi malam, kasihan anaknya, nanti masuk angin!

Sumber: Safe Bee

Mungkin mitos ini ditujukan bagi sang ibu sendiri, mengingat mandi malam-malam kurang baik bagi kesehatan tubuh.

Namun, mengingat waktu luang yang saya miliki hanyalah malam hari (saat anak-anak sudah tidur dan pekerjaan rumah sudah rapi), saya pun curi-curi waktu untuk mandi. Yang penting, tubuh bersih, karena itu demi kesehatan si kecil juga, kan?

5. Mencuci baju bayi, nggak boleh malam-malam, dan nggak boleh terlalu diperas atau diputar-putar.


Sumber: istockphoto

Nah, mitos ini juga merupakan mitos yang kurang mengenai nalar saya, Moms. Proses membersihkan baju bayi, apakah terhubung dengan kesehatan sang bayi sendiri? 

Masalahnya, saya adalah seorang ibu rumah tangga tanpa asisten, yang mengurus kedua anak saya sendiri di pagi hingga sore hari, dan baru bisa menitipkan mereka pada ayahnya di malam hari. 

Jadi, haruskah saya membiarkan pakaian menumpuk karena nggak boleh dicuci malam-malam?

***

​​​​​​Nah, Moms, adakah yang senasib dengan saya, dan bertemu dengan mitos-mitos tersebut? Menurut saya secara pribadi, lakukan hal-hal yang sesuai nalar Moms dan tentunya nggak membebani ketika proses menyusui. 

Yang penting, kita harus selalu bahagia, karena kecemasan dan emosi negatif lainnya ternyata bisa menghambat produksi ASI kita lho! 

So, selamat menyusui, Moms!
​​​​​​
​​​​

 
​​​​​​
​​​