Memengaruhi Masa Subur
Saat stres, hormon tubuh yang membantu ovulasi dapat terganggu kinerjanya sehingga mengakibatkan proses ovulasi pada wanita tidak maksimal. Penelitian menunjukkan bahwa wanita yang mengalami stres berlebihan akan lebih sedikit melepaskan sel telur dibandingkan wanita yang tidak mengalami stres, yaitu sebesar 20%. Jumlah sel telur yang dilepaskan wanita selama masa subur sangat mempengaruhi keberhasilan sperma membuahi sel telur tersebut. Semakin sel telur yang dilepaskan, maka kemungkinan sperma dapat membuahi ovum akan semakin besar.


Salah satu cara untuk mengetahui kapan datangnya ovulasi adalah dengan melihat lendir serviks (berwarna transparan) yang keluar dari organ intim. Sebelum ovulasi tiba, lendir ini akan semakin banyak diproduksi.

Agar tidak stres, kamu harus cerdas mengelola stres agar tidak menggangu masa subur. Stres dalam kegiatan sehari-hari memang tidak dapat dihindari, tetapi jika dibiarkan berlarut-larut dapat mempengaruhi program hamil.
source: https://meetdoctor.com/uploads/article/perhitungan-masa-subur.jpg


 

Hormon Kortisol Mengganggu Reproduksi


Pengaruh stres saat program hamil berikutnya yaitu munculnya hormon stres. Saat stres tubuh akan mengeluarkan hormon stres atau yang disebut juga dengan hormon kortisol. Perasaan tertekan, cemas dan negatif lainnya akan memicu hormon kortisol muncul. Para dokter menyatakan bahwa hormon kortisol dapat mengganggu reproduksi jika terus menerus diproduksi.

Cobalah untuk tetap selalu berpikiran postif dan tidak terlalu memaksakan kehamilan, karena jika pikiran tertekan, maka akan semakin menghambat program kehamilan mu dengan pasangan.

source: http://alldischarge.com/discharge-during-ovulation-a-womans-guide-to-cervical-mucus-during-the-most-fertile-time-of-the-month/