Bulan Desember memang bulan yang ditunggu semua orang. Selain karena cuti libur akhir tahun yang biasanya lebih panjang, juga pada bulan Desember ini menjadi bulan special untuk para ibu. Hari ibu yang diperingati pada tanggal 22 Desember setiap tahunnya selalu menjadi perhatian semua pihak, termasuk banyak produk yang biasanya mengadakan promo potongan harga pada hari ibu tersebut.



Hal yang paling saya rasakan sebagai seorang moms blogger saat menjelang hari ibu yakni banyak sekali undangan event, gathering dan seminar dari berbagai brand dalam memperingati hari ibu. Mulai dari produk kitchen ware, home appliances, fashion, make up hingga produk makanan, mereka berlomba-lomba untuk menyelenggarakan kegiatan bertemakan hari ibu.

Dari sekian banyak event yang sudah saya hadiri, memiliki kesan dan pesan tersendiri, ini seperti kilas balik untuk saya pribadi tentang arti menyayangi seorang ibu sepenuhnya. Dengan menyusuri setiap rasa yang pernah terjadi sejak satu hari kehamilan Nafeesa hingga saat ini, semakin membuat saya merasa bukan siapa-siapa ketika melihat perjuangan ibu saya selama berpuluh-puluh tahun merawat dan mendidik anak-anaknya. Dan, betapa saya malu karena belum bisa membahagiakan beliau sepenuhnya.



Saat ini, saya memposisikan sebagai seorang ibu untuk anak perempuan saya yang masih berusia 14 bulan, dan sebagai anak terakhir dari seorang ibu yang sudah lanjut usia. Betapa banyak dari kita yang sangat bahagia dengan tumbuh kembang anak-anaknya yang lucu dan menggemaskan namun lupa dengan perjuangan ibunya yang semakin hari semakin menua dan menjadi renta. Saya berharap, kedepannya saya bisa belajar melalui seminar dan kegiatan lain yang tidak hanya membahas persoalan anak namun juga membahas persoalan lansia.



Meski begitu, saya tetap bahagia karena tahun ini dapat melewati hari ibu secara langsung bersama ibu tercinta yang sudah single parent karena ditinggal ayah yang kami sayangi, 6 tahun silam. Saya menyadari bahwa kesehariannya pasti menjadi lebih sunyi sepeninggal ayah, yaitu suami yang membersamainya selama hampir setengah abad. Sejak hari ini, saya katakan kepada diri saya sendiri bahwa membahagiakannya adalah hal yang tidak boleh ditunda. Menjaga kenyamanannya adalah sebuah kewajiban. Dan, satu-satunya hal paling berharga yaitu tetap menjaga doa-doa terindah setiap waktu untuk beliau yang jugatidak pernah lelah meminta kepada Yang Maha Kuasa untuk kebahagian anak-anaknya.

Ini adalah kesan yang saya rasakan saat memperingati hari ibu tahun ini, bagaimana dengan Anda?