Hallo again,

Bermula dari saya sebagai wanita yang awalnya hanya sekedar coba-coba dan jadi kebiasaan untuk check . Disini saya sedikit sharing bahwa ini amatlah penting, mengingat dari sekian banyak wanita riskan mengalami hal ini, gak kenal muda ataupun tua ya.

Kejadian ini awal 2016, saat saya sedang mandi, saya seringkali sambil pegang PD saya, pegang disini maksudnya just checking ya, tapi tidak dengan cara SADARI itu (karena belum tahu caranya), hanya tekan biasa,  kenapa? karena biasanya saat kita menstruasi itu ada berupa "grenjel" (read: kelenjar mungkin ya) ? nah karena itu saya terkadang bingung, ini "grenjel" si kelenjar wajar itu atau bukan. Daaaann saat itu saya kaget, kok kayanya ada something wrong disini.

Saya sempat diem, lalu ulangi lagi, lalu coba lagiiii, begitu terus sampe saya yakin Yap ini ada yang gak beres. Oh NO, ini apaaa?? saya tekan-tekan, benjolan nya bergerak,  saya meringiss nampak mau cry. Malemnya saya kasih tau suami dan maaf saya suruh dia tekan, untuk make sure lagi bahwa feeling saya betul, ini ada yang gak beres.

Mulai searching lah saya, cari info ciri-ciri kanker lah, tumor lah, apalah yang paling mendekati cirinya. muncul pikiran-pikiran aneh, halusinasi, cari pembenaran, lihat gejala mana yang paling sesuai. Selama itu saya bisa dibilang stres, dan gak tau mesti tanya kemana, konsul ke siapa? what should i do lah pokoknya hahahaa. Suami saya sampai menyuruh saya segera cek daripada saya stres berkepanjangan karena memang setiap hari saya selalu memegang benjolan tersebut. Beruntungnya saya punya tante yang juga bekerja di RS, so saya tanya mesti ketemu dengan dokter apa.

Mengutip dari salah satu artikel:
kita bisa melakukan pemeriksaan payudara sendiri (SADARI) secara rutin pada 7-10 hari setelah hari pertama menstruasi. Pada masa itu, kepadatan payudara berkurang. “Lakukan setiap satu sampai tiga bulan satu kali,” sarannya. “Namun jangan sampai SADARI menggantikan jadwal pemeriksaan payudara fisik oleh dokter dan jadwal mammografi.”

and YES i have done. Saya merasa sudah rutin, walaupun random ya waktunya dan caranya mungkin kurang tepat. Dan ternyata ada caranya untuk make sure benjolan itu seperti apa. 
Di bawah ini, saya kutip langkah-langkah dari Yayasan Kanker Indonesia yang bisa kita ikuti saat melakukan SADARI:

Intinya kalau saya saat itu langsung coba lagi misal cek PD kiri, berarti tangan kiri dan sikut kiri ke atas lalu 3 jari kanan meraba dan tekan" PD kiri, begitu juga sebaliknya.
Belum lama ini saya diskusi dengan tante saya yang kebetulan pernah mengalami hal ini juga sekarang menjadi pengurus tentang kanker dan membantu pasien-pasien kanker, menurutnya bisa juga cara yang bungkuk/seperti kita rukuk, sehingga PD menggantung dan disitu lebih mudah meraba apakah ada benjolan atau tidak.





Konsultasi
Dirujuklah ketemu dengan dokter bedah onkologi. Saya ceritakan semuanya, lalu dokter tersebut cek dan menurutnya memang ada benjolan. Lalu saya diarahkan untuk di USG Mammae. 

Ada 2 jenis untuk mendeteksi apakah ada keanehan di sekitar PD kita, yaitu mammografi dan USG Mammae, menurut penjelasan suster nya, wanita dibawah 35 tahun belum boleh dilakukan mammografi, saya lupa alasannya apa mungkin ada radiasi ya? akhirnya saya hanya di USG Mammae saja. Silahkan klik http://mitrakeluarga.com/kemayoran/mammografi-dan-usg-mammae/ untuk tahu perbedaannya.

Sambil berdoa tentunya, berharap gak ditemukan apa-apa, dan nyatanya saya hopeless, menurutnya di PD kanan saya ada FAM, hah? apa sus? saya beneran gak NGEH susternya bilang apa tadi. Sampai akhinya susternya mengulang dan menjelaskan intinya, yaitu ini sejenis tumor jinak. DDUUUUUUAAAARRRR, seperti kesambet petir (amit-amit ketok palaaa), saya nangis sejadi-jadinya depan suami. Tentang FAM klik disini http://www.go-dok.com/fibroadenoma-mamae-fam-penyebab-gejala-dan-penanganan/

Kemudian bertemu lagi dengan dokternya dan langsung dijadwalkan Operasi secepatnya, saya tanya berulang kali kepada dokternya, dok apa perlu di Operasi? Ini akan jinak saja atau jadi ganas? Maksudnya kalau memang tidak akan berubah ganas lebih baik didiamkan saja ya dok (pikir saya), jawaban dokter bener juga, ya saya gak akan tahu itu jinak atau ganas, lazimnya FAM itu jinak, tapi saya gak bisa bilang apa-apa jika belum dioperasi. Kebetulan malamnya saya sudah discuss dengan suami kalau di suruh operasi harus gimana.

Akhirnya saya putuskan operasi, masih nawar pula saya minta sepulang saya Holiday dari Hongkong hahahaha, karena kebetulan minggu depannya saya mau Holiday. 

Operasi dan pasca Operasi
Persiapan operasi sepertinya tidak ada ya, menginap h-1, saya operasi pagi harinya pukul 07.00, masuk kamar inap pukul 10.30, selang 1 jam saya sudah bisa makan sendiri, setrrooonnggg hehhee lalu besoknya kembali ke rumah, melakukan aktivitas biasa. Hasilnya ditunjukkan yaa, bentuknya ya sekitar 3cm tebal menyerupai gajih/daging, sempat saya foto, sayangnya akibat HP error, foto dan data blassss hilang.

satu-satunya foto pasca Operasi yang masih tersimpan

Satu minggu setelahnya hasil patology dari FAM tersebut keluar dan alhamdulillah tidak ada yang menunjukkan ke arah ganas. Dan ternyata saya baru tahu kalau saya ini ada bakat Keloid hiksss, bekas jahitannya sekitar 3cm dan menonjol seperti kelabang..Hah ya sudahlah untung saya sudah laku hahahhaa, maaf yak pak suami.

Pantangan makanannya ada atau tidak? 
Tentu makanan junk food, penyedap yang berlebihan. Dari sini saya mulai disiplin memilih makanan dan bijak dalam menggunakan penyedap hehehe dan ada 1 yang sudah tidak pernah lagi, akibat si miciinn (kasian yaa gak dimana-mana yang disalahin kenapa si micin? hehehe)



So baiknya kita mulai hidup sehat yaaa, dan pelan pelan kurangi junk food nya. Beware juga dengan SADARI ini supaya lebih cepat tindakan apa yang perlu dilakukan, jangan sapai terlambat yaaa guysss..

Yang punya pengalaman sama, boleh share juga disini yaa momsss..