Hai Moms, gimana kabarnya di akhir tahun ini? Masih galau kah dengan keputusan harus resign atau tetap memilih untuk jadi karyawan? Hmmmm, saya pernah banget lho Moms mengalami kegalauan itu.  Bingung dengan harus pilih resign atau tetap jadi karyawan.  Sampai akhirnya, saya kehilangan banyak momen indah perkembangan buah hati saya.  Kemudian akhirnya saya mantap untuk resign dan berhenti jadi karyawan.
Gak mudah ternyata Moms pada awalnya.  Karena beberapa orang beranggapan bahwa dengan kualifikasi pendidikan saya, harusnya karir saya sebagai karyawan kedepannya akan bersinar.  Namun saya kubur dalam-dalam impian akan indahnya karir kedepan jika saya tetap jadi karyawan.  Satu dua minggu berlalu, saya masih enjoooy sekali dengan status baru saya sebagai  ibu rumah tangga.  Tapi semakin lama semakin boring ternyata. Karena saya memang biasa sibuk dan berpenghasilan.
Hingga kemudian, saya berfikir untuk memulai mencoba merintis usaha kecil-kecilan di rumah, namun dengan tetap nyaman menjalankan tugas saya sebagai ibu rumah tangga.  Berikut tips yang bisa Mommies lakukan untuk memulai usaha.
 
1. Mulailah dengan ide jenis usaha yang sesuai dengan minat
Ini juga yang saya lakukan Moms. Saya yang memang hobi banget bikin kue, kemudian menyalurkan hobi itu dengan lebih professional dan sukses mendulang rupiah.  Pemilihan jenis usaha yang sesuai minta, mampu meminimalisir kejenuhan serta keputus asaan yang mungkin terjadi kedepannya.



2. Tidak perlu modal mahal
Moms, tidak semua usaha harus dimulai dengan nominal modal yang mahal.  Mengapa di poin sebelumnya saya anjurkan untuk memulai usaha yang bersal dari hobi? Karena, jika memang diawali hobi, maka perlengkapan dasar yang dibutuhkan umumnya sudah tersedia walaupun dalam kapasitas kecil. Intinya, jika perlengkapan dasar sudah terpenuhi, JUST DO IT!

3.  Biasakan untuk memisahkan uang pribadi dan usaha
Walaupun skala usahanya masih kecil, namun mengatur manajemen keuangan dengan professional wajib dilakukan ya Moms.  Hal ini untuk mencegah terjadinya “khilaf” menggunakan uang modal atau laba usaha untuk keperluan pribadi. 

4. Ingat tujuan awal dibentuknya usaha
Jika nanti usaha Mommy berkembang pesat, dan mulai menyita waktu, tenaga serta fikiran, maka ingatlah kembali tujuan awal dibentuknya usaha tersebut.  Karena jangan sampai niat yang awalnya resign sebagai karyawan karena agar dapat menjadi IRT, namun dikarenakan usaha yang berkembang pesat, anak lagi-lagi jadi korbannya.  Untuk itu, mulai lah memperkerjakan orang lain untuk meringankan pekerjaan kita.  Selain itu, hal ini juga dinilai sebagai suatu kebaikan bagi sekitra karena membuka lapangan pekerjaan