Setiap orang tua tentu mengalami masa kecil di masa lalunya, masa kecil tersebut menyimpan banyak memori yang memuat pengalaman-pengalaman selama kita menjadi sosok anak kecil. Memori-memori yang terekam pada masa kecil kita tersebut mau tidak mau mempengaruhi pola asuh kita pada anak kita saat ini. Apabila memori yang terekam lebih banyak bernilai positif, maka hal ini akan berpengaruh positif pada pengasuhan kita tehadap anak. Begitu pun sebaliknya, jika semasa kecil kita banyak mengalami trauma negatif, hal ini pula lah yang akan berpengaruh pada cara kita mendidik dan mengasuh anak.

Inner child atau sosok anak kecil dalam orang dewasa sendiri dapat diartikan sebagai sosok anak kecil yang terperangkap di orang dewasa, sosok ini bukan berarti fisik melainkan lebih pada bentuk emosi. Seringkali orang yang memiliki inner child negatif cenderung memiliki pandangan yang negatif terhadap orang tua mereka. Hal ini lah yang membuat orang tersebut menjadi sosok yang pesimis bahkan apatis. Tentunya hal ini tidak bisa terus dipelihara, apalagi ketika kita sudah memiliki anak. Sepahit apapun pengalaman kita sewaktu kecil, tidak berarti kita bisa membebankan hal tersebut pada anak kita.


http://www.wonderbaby.org/wp-content/uploads/2017/07/sad-mother-2.jpg

Untuk itu sangat lah penting bagi kita para orang tua yang memiliki inner child negatif dalam dirinya, untuk berdamai dengan masa lalu demi memberikan masa depan yang baik tidak hanya untuk anak kita, tetapi juga untuk kita sendiri. Lalu bagaimana caranya berdamai dengan masa lalu? Tanyakan pada diri kita apa yang kita rasa salah pada diri kita? Nurani tak akan bisa berbohong, jika kita merasa kecewa pada orang tua kita karena mereka tidak memberi perhatian yang cukup sewaktu kita kecil, atau kita merasa dianaktirikan dengan saudara kita sendiri. Tanyakan lebih dalam mengapa orang tua kita berlaku seperti itu? Apabila mereka memang khilaf, maka maafkan. Tapi bisa jadi saat itu kita merasa sedih dan kecewa karena banyak hal yang belum mampu kita mengerti menyebabkan orang tua kita berlaku seperti itu kepada kita.


http://www.youandi.com/sites/default/files/styles/lead_image_800x500/public/field/image/Happy-Mothers-day.jpg?itok=E28FRM2r

Berdamailah, karena terus menerus memelihara trauma negatif semasa kecil hanya akan membuat kita menjadi sosok orang tua yang sama mengecewakannya dengan orang tua kita sendiri. Percaya lah, kita selalu bisa menjadi sosok yang lebih baik dari orang tua kita demi anak-anak kita, dan memang begitu seharusnya.