Moms, di era millennial seperti ini, gadget digunakan oleh mayoritas penduduk bumi.  Seolah tak kenal batas usia dan suku bangsa, gadget nyatanya tidak hanya dapat memudahkan kehidupan sehar-hari serta komunikasi dengan sesama, tapi juga bisa menjadi boomerang bagi diri jika tidak hati-hati.  Media sosial semacam Facebook, Instagram, Twitter, Path dan lain sebagainya, adalah beberapa contoh aplikasi yang sangat akrab dengan manusia-manusia kekeinia.  Menjadi tidak afdol apabila momen jalan-jalan tidak kita abadikan melalui unggahan di media sosial kita.



Tapi Moms, pernah gak sih bertanya ke diri sendiri, kira-kira motivasi apa sih yang mendasari kita melakukan hal itu? Sadarkah kita, bahwa kecerobohan kita akan menimbulkan keinginnan orang lain untuk berbuat jahat? Misalkan saja pengguna facebook, IG dan path yang menyediakan fitur check in.  Fitur ini memungkinkan pengguna untuk manandai lokasi keberadaannya saat itu.  Misalkan Mommies mau ke Jogja nih, trus pas sampe di bandara Mommies update status, “Liburan dulu sekeluarga di Jogja. Yuhuuuuu cuti seminggu kita….. @Soekarno Hatta Intl. Airport”.  Dan orang yang memiliki niat buruk terhadap keluarga kita pun akan mudah berlenggang.  Karena dia tahu jelas, bahwa keluarga kita sedag tidak berada di rumah selama 1 minggu ke depan.



Moms, sejatinya kita ini memang makhluk sosial yang butuh bercengkrama dan berinteraksi dengan dunia diluar kita.  Namun kita harus bijak dalam bertindak.  Meilah mana yang baik, atau mana yang justru malah akan berdampak buruk. Bukan satu dua kali lho Moms saya dapati pemberitaan diberbagai lini media masa terkait kejahatan akibat penyalahgunaan media sosial.  Tujuan kita yang awalnya baik, ingin berlibur dan bersilaturahmi, akhirnya malah berujung petaka dikarenakan kekhilafan kita yang sudah terlalu sering itu.

Saya sendiri adalah orang yang sangat suka traveling, atau paling gak, sering melakukan kunjungan ke luar kota yang berkait dengan usaha yang saya jalani.  Dan berbekal pengalaman-pengalaman pahit warga medsos yang selama ini sering say abaca, maka share tentang kisah bepergian saya, saya lakukan apabila sudah kembali ke rumah.  Dengan kata lain, saya baru akan publish foto-foto traveling saya, justru saat liburan saya sudah usai. Selain meminimalisir kejahatan, cara ini juga ampuh diterapkan untuk mencegah oknum-oknum mama minta oleh-oleh. hahaha….