Tantangan Baru untuk Ibu Muda

Tantangan hidup moms jaman now sepertinya makin berat dari jaman ibu kita dulu. Terbukti dari adanya 'perang' yang makin marak di antara sesama ibu-ibu, terutama yang berhubungan dengan mendidik dan membesarkan anak. Apa pun pilihan hidup moms jaman now sepetinya selalu bisa jadi topik menarik untuk diperdebatkan. Enggak perlu disebutkan karena contoh 'perang antar ibu' ini banyak sekali. Mulai dari proses kelahiran bayi sampai itu bayi udah lahir mau dikasih makan apa. Masing-masing pihak yang bertentangan menganggap bahwa pilihan hidupnya paling benar.

Tantangan Baru untuk Ibu Muda
source: https://independent.co.uk

Akibatnya, ibu-ibu yang tergolong insecure alias merasa dirinya enggak aman dan enggak nyaman dengan dirinya sendiri atau pilihan yang sedang dijalaninya, bisa rentan kena depresi. Atau minimal kurang bahagia. Padahal, ketidakbahagiaan yang dirasakan seorang ibu itu efeknya enggak cuma ke dirinya sendiri lho. Keluarganya, anak-anak dan suaminya tentu merasakan aura yang negatif. Intinya, saat seorang ibu enggak bahagia, keluarga juga terancam enggak bahagia.

Insecurities

Misalnya, kita udah mantep banget jadi ibu rumah tangga saja, mengurus suami dan anak-anak di rumah. Suami pun sudah setuju. Sama-sama bahagia pokoknya. Lalu tiba-tiba ada ibu lain masih kerja di luar rumah dan merasa insecure dengan pilihannya, mulai deh cari perkara dengan mengatakan berbagai macam hal tidak menyenangkan. Contohnya seperti "sayang ijazahnya enggak terpakai, sayang kuliah sudah tinggi tapi cuma dipakai buat ngurus anak, dan lainnya". Ujung-ujungnya Moms jadi bete, ragu dengan pilihan  sendiri, merasa tidak bahagia menjadi ibu rumah tangga dan memohon-mohon ke suami untuk bisa kerja lagi. 
​​​​​​

Insecurities
source: https://www.romper.com/

Itu salah satu contoh, bahwa komentar atau judging di antara sesama ibu bisa membahayakan kehidupan ibu lain. Masih banyak lagi kasus yang bahkan lebih parah. Seorang ibu yang depresi bahkan sampai punya keinginan bunuh diri hanya karena setelah melahirkan dia dikomentari macam-macam oleh ibu lain, hanya karena melahirkan secara SC, enggak melakukan IMD dan bayinya terpaksa minum sufor.

baca juga

Pentinganya Saling Mendukung

Lalu harusnya gimana? Seharusnya itu, sesama ibu itu saling mendukung, m,eskipun pilihan maisng-masing ibu berbeda dengan pilihan yang diambil ibu lain. Karena dalam hidup ini, kita tidak mengalami masalah yang dialami ibu lain yang kebetulan mengambil pilihan hidup yang berbeda dengan kita. Kita tidak tahu alasan apa di balik keputusan yang diambil seseorang dalam hidupnya. Iya kan, Moms? Jadi "sepatu" kita hanya pantas dipakai untuk kita sendiri. Mulai sekarang, jadilah ibu yang memberdayakan. Bukan malah menyalahkan keputusan yang diambil ibu lain dan menganggap keputusan kita yang paling benar.

Pentinganya Saling Mendukung
source: https://www.kidnurse.org

Untuk moms yang masih merasa insecure dengan kehidupan atau pilihan yang sedang dijalani, jangan terus-terusan down ya. Carilah komunitas ibu yang memberdayakan. Komunitas yang satu visi-misi dengan kita. Karena dukungan dari mereka cukup memengaruhi kebahagiaan dalam hidup kita. Semangat moms! Karena sesungguhnya, tanpa adanya mom-war pun, kehidupan kita sudah menantang banget lho!