Pantau Pertumbuhan dengan Growth Chart

Sejak pulang dari rumah sakit setelah kelahirannya, Moms pasti mendapat KMS kan? Itu lho, Kartu Menuju Sehat yang berisikan grafik pertumbuhan si kecil. Nah, yang begini ini jangan disepelekan, Moms. Moms harus melakukan pengukuran fisik si kecil secara berkala. At least satu bulan sekali. Untuk mengetahui berat badan, tinggi badan dan lingkar kepalanya. Kalau sudah beres mengukurnya, segera plot hasilnya pada KMS atau growth chart tadi. Selama grafiknya selalu naik, atau masih berada pada garis hijau, Moms enggak perlu khawatir. Berarti si kecil sehat dan normal-normal saja pertumbuhannya.

source: https://www.slideshare.net/kunalmodak2/who-growth-chart

Hmm, kalau KMS-nya hilang gimana ya? Jangan khawatir, masih ada aplikasi yang bisa diunduh bahkan lewat ponsel sekalipun. Untuk software di PC, Moms bisa men-download WHO Anthro. Kalau ingin lebih praktis, pakai aplikasi Prima yang bisa diunduh via ponsel saja, Moms. Dengan rutin melakukan plotting pertumbuhan anak di chart seperti ini, Moms jadi enggak gampang baper ketika ada orang lain yang menyebut anak kurang ini-itu. Selama pertumbuhan anak masih di garis aman, omongan orang mah cuekin aja, Moms. Lagipula, anak gendut bukan berarti selalu sehat lho.

Pantau Perkembangan dengan KPSP

Nah, untuk anak dengan kasus dianggap terlambat berkembang, tentu saja Moms tidak bisa menjadikan perkembangan anak lain sebagai patokan perkembangan si kecil. Karena perkembangan anak itu berbeda-beda tergantung lingkungan dan stimulasi yang diberikan orangtua. Untuk mengetahui dan memastikan perkembangan si kecil normal, Moms bisa menggunakan formulir Kuesioner Pra Skrining Perkembangan (KPSP) yang merupakan salah satu instrumen untuk mengukur sejauh mana perkembangan anak. Apakah normal atau ada penyimpangan.

source: http://berbagi-ilmu-sesama-manusia.blogspot.co.id/2016/09/skrining-pemeriksaan-perkembangan-anak.html

Jadi, KPSP ini berisi serangkaian pertanyaan yang harus dijawab dan diujikan orangtua kepada si kecil terkait perkembangan berdasarkan usianya. Contohnya, untuk anak 48 bulan apakah sudah bisa mengayuh sepeda roda tiga? Jika seluruh pertanyaan yang diujikan bisa dijawab dengan jawaban "Ya", berarti perkembangan si kecil normal. Kalau masih ada yang belum sesuai, jangan kelamaan bapernya ya, Moms. Segera saja berkonsultasi pada DSA atau rumah sakit yang menyediakan klinik tumbuh kembang.

baca juga

Semoga pembahasan tadi bermanfaat bagi Mommies yang masih suka galau bin baper dengan tumbuh kembang anak ya!

source: http://www.auol.us/course/child-development/