Orangtua Adalah Contoh

Orang pertama yang menjadi contoh dan teladan bagi anak, tak lain adalah ibu dan ayah sebagai orangtuanya. So, usahakan memberikan contoh yang baik ya! Kalau kamu adalah orangtua yang bertanggung jawab, maka anak akan mengikuti hal itu. Tapi, kalau kamu bersikap kurang ajar, maka jangan heran kalau si kecil tumbuh seperti itu juga.

source: https://www.google.com/search?q=boy+goog&client=firefox-b&source=lnms&tbm=isch&sa=X&ved=0ahUKEwiJ1ILv3PbTAhWBRo8KHShHB2wQ_AUICigB&biw=1143&bih=693#tbm=isch&q=little+boy+and+mother&imgrc=3hfnO2YloyH9KM:


 

Berikan Tugas Agar Dilakukan Anak

Kamu perlu mengenalkan tentang tanggung jawab kepada anak sejak kecil. Caranya adalah dengan memintanya untuk melakukan tugas ringan yang mampu dilakukannya. Contohnya merapikan mainannya sendiri, membawa piring kotor ke tempat cuci piring, memakai baju dan lain-lain. Dari tugas itu ia akan belajar tentang proses melakukan sesuatu hingga selesai. Bonusnya, itu menjadi bekalnya menjadi anak mandiri di masa yang akan datang.

source: https://www.parent.co/research-says-students-are-more-successful-if-they-take-off-their-shoes/


 

baca juga

Jaga Hubungan dengan Suami Selalu Harmonis

Pelajaran tentang relationship pertama kali dipelajari anak dari rumah lho. So, upayakan kamu menjalin hubungan harmonis dan saling menghargai dengan suami. Cara kamu memperlakukan suami dan sebaliknya, suami memperlakukanmu akan menjadi contoh dan fondasi bagi anak dalam menjalin hubungan dengan orang lain.

source: https://depositphotos.com/3913283/stock-photo-happy-cheerful-parents-with-child.html


 

Sedih dan Menangis Tak Masalah

Kata siapa anak laki-laki tidak boleh memperlihatkan kesedihannnya? Semua orang berhak merasakan kesedihan sekaligus mengekspresikannya. Jika anak laki-lakimu sedih dan menangis karena sesuatu hal, maka hargai dan jangan melarangnya. Menangis bukan sebuah kelemahan, melainkan tanda dari sifat manusia yaitu peduli.

source: https://thebodyisnotanapology.com/magazine/what-i-teach-my-son-when-i-say-i-am-fat/


 

baca juga

Say No To Bully!

Anak laki-laki identik sekali berlaku kasar dengan melakukan bully atau menyiksa teman sebaya atau yang lebih muda darinya. So, jangan biarkan anak laki-lakimu seperti itu ya, ladies! Hindari menggunakan kekerasan dalam mendidik anak, agar ia tidak mencontohnya saat dalam lingkup pergaulan dengan teman-temannya.

source: https://www.shutterstock.com/video/clip-17939932-stock-footage-angry-little-boy-with-mean-look-in-his-eyes-with-a-striped-t-shirt-looking-at-camera-in-the-park.html