1. Lahir Prematur

Saat masa kehamilan hingga menjelang waktu persalinan, memang seharusnya seorang ibu hamil selalu dalam kondisi mood baik alis bahagia. Jika tidak, tentunya akan menimbulkan masalah pada ibu dan juga janin. Ibu stress jelang melahirkan maka bisa menyebabkan bayi lahir prematur. Menurut studi dari Human Reproduction Journal pada 2010 menyatakan, ibu yang mengalami stres di usia kehamilan trimester kedua dan ketiga lebih  berisiko melahirkan prematur. Studi ini juga mengungkapkan, gangguan kesehatan dan risiko prematur akibat stres lebih banyak dialami oleh bayi laki-laki.

 

source: http://indialivetoday.com

2. Otak Janin Terganggu 

Ibu hamil yang terlalu stress Menjelang melahirkan juga bisa menyebabkan adanya kelainan proses pembentukan otak janin yang dapat memicu masalah perilaku pada bayi. Selain itu pasokan oksigen pada janin juga bisa terganggu. Ketika mom merasakan kecemasan jelang melahirkan,maka tubuh akan memproduksi hormon stres yang bisa berdampak kepada janin, dan bisa mengurangi suplai oksigen ke rahim.

source: http://pauldup.co.za
baca juga

3. Anak Jadi Mudah Gelisah 

Rasa stres saat hamil memang sering dialami oleh ibu hamil, namun tergandung tingkat levelnya yang sedang hingga berat. Saat ibu mudah sekali merasa stres dan cemas berlebih jelang melahirkan, nantinya bayi yang lahir akan tumbuh jadi anak yang gampang gelisah dan pada usia tiga bulan akan sering menangis selama berjam-jam dan sulit untuk ditenangkan. 

source: http://www.scarymommy.com

4. Gangguan Tidur

Mudah stres terus-menerus menjelang melahirkan akan membuat moms mengalami gangguan tidur. Tentunya ini akan menyebabkan gangguan kesehatan seperti sakit kepala, kulit berjerawat, dan munculnya garis hittam di bawah mata. Selain akibat kurang tidur tubuh akan merasa kelelahan karenan kurang istirahat yag berdampak pada proses persalinan. 

source: https://psychologytoday.com