Melanjuti tulisan saya mengenai anak dan suami saya yang sedang sakit kemarin, saya menyadari adanya beberapa perubahan yang terjadi dengan anak saya. Seminggu terakhir ini anak saya (walaupun sudah sembuh) agak rewel, maunya digendong dan teriak Mami Mami terus. Bahkan saya mau bikin susu dan anak saya digendong suami, anak saya tetap rewel manggilin saya. Lalu saya berpfikir, Kok Ale jadi manja ya? Kok Ale jadi nangis terus ya? Padahal anak saya jarang sekali nangis. Akhirnya saya selalu nemenin anak saya. Tidur siangpun kadang dipeluk. Bahkan pernah suatu malam anak saya nangis-nangis tidak mau di taro di kasur, maunya dipeluk sama saya terus. Pindah ke suami juga gak mau.
 
Tentu saya mulai bertanya-tanya, ada apakah ini? Apakah Ibu-ibu pernah ada yang merasakan kejadian serupa? Kadang saya mikir, jangan-jangan ada “sesuatu” nih ngikutin suami (suami baru keluar dari RS), atau ada “sesuatu” nih di rumah saya. Tapi saya berusaha membuang jauh-jauh hal negative yang terlintas dipikiran.
 
Setelah saya mencari tahu, ternyata ada penjelasan dari Dra. Puji Lestari Prianto, Mpsi (Staf pengajar Fakultas Psikologi UI) yang menjelaskan, “Umumnya anak yang sakit akan menjadi rewel dan agak manja, hal ini wajar saya lantaran kondisi tubuhnya yang lemah. Disamping secara psikis, rasa ketergantungannya menjadi lebih tinggi dibandingkan anak yang sehat. Anak ingin merasakan kedekatan yang lebih tinggi dari biasanya, rasa ketergantungan ini dikarenakan rasa cemas pada diri anak dan juga rasa tak nyaman karena sakitya. Bahkan ada anak sakit yang selalu dipangkuan Ibunya seperti bayi, ada yang kalau tidur harus ditemani dan sebagainya”


Potongan artikel.
 
Nah begitu penjelasan secara psikologis yang saya dapat dari sebuah artikel. Selain itu anak saya jadi susah makan ketika sakit. Mungkin mulutnya berasa pahit kalau kata orang zaman dahulu. Dan saya mengakui bahwa itu benar! Anak saya sudah makan seperti dewasa, makan nasi beserta lauknya. Terkadang pasta, roti, dan kentang. Tapi… karena susah mangap, ketika sakit kadang saya kasih bubur. Tetap susah sebenarnya, tapi setidaknya si anak gak harus capai mengunyah. Karena saya menyadari, mulut aja rasanya tidak enak, apalagi ditambah mengunyah. Tujuan saya kasih bubur adalah agar anak saya dapat minum obat. Empat suap lima suap tidak masalah yang penting ada yang masuk. Dilanjuti dengan minum jus dan susu.


 
Nah begitulah siasat saya Ibu-ibu he he, semoga membantu J