Hallo ini blog pertama saya dan untuk mengawalinya saya akan sharing pengalaman pribadi saya saat hamil anak pertama. Saya menikah pada tahun 2013 dan kebetulan saat itu saya sedang PMS alhasil malam pertama kami gagal dong, lalu kami memutuskan untuk nambah cuti kerja, karena habis cuti kami akan LDR. Alhamdulillah tidak menunggu waktu lama, empat minggu setelah menikah saya hamil. Saat itu saya tinggal di lampung besama mertua, karena suami bekerja di jakarta.

Seiring berjalanya waktu aku masuk 27 minggu saya mulai belanja perlengkapan bayi ke jakarta naik bus sendirian karena suami memang tinggal di jakrta jadi sekalian temu kangen lah ya. Setelah belanja semua perlengkapan, saya kembali ke lampung naik bus lagi, karena bus lah yg paling nyaman menurut saya kalau cuma PP lampung - jakarta.Ketika dirumah kaki terasa sempit kalau pakai sendal, ternyata kaki saya bengkak semua, pikir saya karena kelamaan duduk di bus jadi bengkak, saat itu saya masih bekerja di salah satu bank yang ada di kota bandar lampung, jadi saya masih melakukan aktifitas seperti biasa.

Setiap bulan saya selalu kontrol kehamilan, saat usia kehamilan 32 minggu tensi masih normal 120/90, lalu saya bertanya ke pada dokternya.

   'Dok kaki saya sekarang bengkak bahaya tidak yah? apa ada makan yang saya pantang?
jabawan dokter, tidak masalah ibu kaki bengkak itu hal yang normal dan tidak ada larangan makanan apapun.

Oke terus santai dan tidak ada rasa takut untuk makan apa saja, kebetulan sepupu ada acara aqikah udah pasti ada daging kambingnya dong, wahh bnyk olahan seperti sate kambing, gule kambing, malbi semua olahan dari daging kambing. Tidak pikir panjang saya langsung menyantapnya.

Kehamilan semakin besar jadi tiap malam saya sudah mulai susah tidur, tiba tiba udah tengah malam saya sakit kepala yang hebat tidak seperti pusing seperti biasanya, karena saya tidur sendiri lalu saya langsung telpon suami dan kasih tau kalau kepala saya sakit, lalu suami browsing di internet, tidak lama lagi suami kasih info kalau sakit kepala hebat saat hamil itu salah satu keracunan kehamilan kalau bahasa kedokteranya Preeclampsia, lalu saya laporkan ke dokter tapi dengan dokter yang berbeda. Saya segera di tensi dan hasil tensi sudah 200/100 saya panik dan dokter umum agar saya di rawat segera hari itu juga.

Saya menjalani perawatan di rs ibu dan anak di bandar lampung tampa ada suami menemani karena suami sedang banyak pekerjaan yang tidak bisa ditinggalkan, saya pikir hanya butuh betres jadi tak masalah suami tidak bisa pulang karena ada orang tua dan keluarga yang jagain di rs. Saat di rawat semua susternya ramah dan rajin sekali setiap 2 jam sekali detak jantung janin dalam kandungan saya di cek begitu pula dengan tensi saya. Dua hari sudah saya penuh tapi belum ada perubahan, tuntas tensi naik menjadi 200/110 dan saya semakin gelisah tidak bisa tidur. 

Saat subuh tiba suster mulai cek detak jantung janin dalam perut saya lagi, suster mulai panik kok tidak ada detak jantung nya lagi janinya dan suster telpon dokter, tidak lama dokter datang, lalu saya di bawa ke ruang bersalin dan setelah semua di cek, dokter kasih kabar duka kalau janin dalam kandungan saya sudah meninggal Saat itu rasanya seperti mimpi, sudah sekian lama saya menanti kedatangan bayi saya, tapi ternyata allah berkehendak lain.