Tidak jarang orang tua jaman sekarang hidupnya pun tidak lepas dari smartphone. Ketergantungan smartphone menjadi sangat menarik kehidupan kita. Bisa dibilang smartphone merupakan separuh nyawa dari seseorang.



Canduan smartphone saat ini sangatlah menawan. Dengan ketergantungan tersebut bahkan orang tua rela melupakan aktivitasnya seperti lupa makan, lupa mandi, lupa menyelesaikan pekerjaannya, bahkan ada yang melupakan anaknya sendiri.

Banyak ditemui orang tua sekarang lebih memilih memainkan smartphonenya dibandingkan menemani anaknya untuk belajar dan bermain. Ada orang tua yang menemani anaknya sambil memainkan smartphonenya sehingga saat si anak ingin menanyakan pelajaran atau mengajak orang tuanya bermain, orang tuanya lebih asik memainkan smartphonenya. Jika begitu apakah kalian mengetahui perasaan anak anda yang telah anda acuhkan demi segenggam hp ?

Dalam diri seorang anak, dia membutuhkan sosok orang tua yang bisa mendampinginya untuk menjalani aktivitasnya. Anak butuh arahan dari orangtuanya. Tapi apakah yang dia dapatkan jika orang tuanya lebih asik memainkan smartphonenya ? 



Coba kita ilustrasikan diri kita sebagai si anak. Bayangkan jika kita yang belum tau apa-apa, yang masih kecil berdiam diri dirumah. Kita akan bosan dengan suasana yang sepi. Jalan satu-satunya mengajak mama bermain dirumah.
Me : "ma, main yuk ma. Aku bosen dari tadi dikamar sendirian"
Mama : "(hanya berdiam diri. Sambil memainkan hpnya)
Me : "ma, ayo ma ayo kita main. Aku tunggu diruang depan ya"
Mama : "gak bisa nak, mama tuh lagi asik curhat sama temen mama"
Me : "ah mama gak mau main sama aku ! Mama jahat!"



Bila kejadian diatas terjadi, sedih bukan ? sang anak pun akan merasa "ma, andai aku menjadi hpmu. Yang setiap menit kau lihat adakah pemberitahuan yang masuk, adakah berita yang menarik, adakah telepon yang masuk. Kau selalu menolak ajakkan aku untuk bermain. Kau selalu menolak mengajarkanku pelajaran yang aku tidak bisa kerjakan. Maa... aku iri dengan temanku yang setiap hari mereka bisa bermain dan belajar didampingi mamanya. Ma.. andai aku bisa memilih. Aku lebih memilih menjadi segenggam smartphone yang selalu kau bawa-bawa kemanapun kau pergi. Aku rindu dirimu yang menghawatirkanku disaat aku belajar berjalan.. saat aku bisa melakukan sesuatu sendiri kau selalu anggap aku sudah bisa melakukan apa yang aku bisa.. aku rindu mama yang dulu :')

Tanpa kita sadari kita telah hanyut dalam zona maya yang membentengi kasih sayang seorang ibu dengan seorang anak. Ayolah moms, waktunya berubah kearah yang lebih baik. Mari temani anak moms belajar dan bermain. Tinggalkan smartphone karena anak akan selalu membutuhkan orang tuanya.