Pembahasan yang gak penting sih sebenernya karena Ibun yakiiiinnnn sekali disini banyak bukibuk senior yang jauh lebih jago dalam segala hal. Apalagi cuma potong kuku anak? Yailah bun, apaan sik! 😅

Tapi bukibuk, lagi-lagi ini berdasarkan pengalaman Ibun sendiri. Jadi ceritanya Ibun punya sahabat yang baru melahirkan waktu itu. Sahabat Ibun ini kebetulan mengurus bayinya sendiri bersama suaminya tanpa bantuan baby sitter. Saat si bayi baru berusia 2 bulan si suami harus tugas ke luar kota lebih kurang 2 bulan lamanya, jadilah sahabat Ibun ini single parent untuk sementara waktu. Terkadang sahabat Ibun punya beberapa urusan yang harus dikerjakan dan tidak memungkinkan untuk membawa-bawa bayinya, jadilah tiap ada keperluan si bayi dititipin ke Ibun karena waktu itu Ibun sedang hamil dan sudah tidak bekerja. Singkat cerita, suatu hari Ibun lagi duduk sambil memangku si bayi dan karena gemes Ibun ciumin tangannya (waktu itu si bayi masih dipakein sarung tangan). Karena masih tetap gemes Ibun buka sarung tangan si bayi, niatnya mau ciumin lagi. Namun, betapa kagetnya Ibun saat melihat kenyataan (kemudian zoom in zoom out ala sinetron) hahahaa ternyata kuku si bayi puanjang-puanjang sekali 😮. Terus Ibun laporanlah sama suami dan bilang mau Ibun potongin kukunya, ehhh suami Ibun ngomong gini, “Jangan yang, siapa tau sengaja sama Kekeu (nama sahabat Ibun-red). Mungkin pamali kalau di potong.”. Wah cerdas sekali jawaban suami Ibun 🤣. Adat istiadat manaaa coba yang aturannya pamali kalau potong kuku bayi 😂. Tanpa pikir panjang lagi, akhirnya kuku si bayi Ibun potong. Pas sahabat Ibun datang mau jemput, Ibun tanyalah kenapa kukunya dibiarin panjang dan ternyata jawabannya karena TAKUT. Itu contoh satu, pernah juga Ibun liat beberapa teman perempuan Ibun posting tentang ketakutan mereka untuk memotong kuku anak sendiri.

Ternyata oh ternyata banyak loh diluaran sana ibu-ibu yang ngaku gak berani potong kuku anaknya. Lah kalau udah gitu kudu piye? Mending kalau ada orang lain yang bisa dimintain bantuan, kalau enggak ada? Masa kuku anak dibiarin aja gak dipotong-potong? 😂. Seperti yang kita tahu bahwa kuku panjang untuk anak-anak itu gak baik ya bukibuk, selain tempat bersarangnya penyakit, kuku panjang juga bisa melukai fisik anak kita sendiri karena bisa kecakar atau dipakai si anak untuk garuk-garuk. Makanya penting banget untuk selalu memastikan kuku anak kita tidak panjang, apalagi anak seusia Alta yang hobinya ngemut jari. Terus untuk bukibuk yang takut memotong kuku anaknya, gimana?. Nih Ibun kasih 3 tips sederhana ya :

1.. Potong kuku anak saat dia tertidur, pilihlah posisi yang nyaman untuk ibu dan juga si kecil. Atau;

2. Potong kuku anak sambil digendong/dipangku, lebih bagus lagi kalau pas dia tertidur juga jadi lebih gampang. Kalau misalnya si anak gak tidur, tetap bisa dilakukan dengan catatan tangan anak harus dipegang erat agar tidak banyak bergerak bisa juga sambil diajak ngobrol untuk mengalihkan perhatiannya. Atau;

3. Potong kuku anak saat dia sedang menyusui.  Nah ini yang paling sering Ibun lakuin. Jadi pas Alta menyusui sebelah kanan maka Ibun akan potong kukunya yang sebelah kanan juga, begitu pun sebaliknya.

Intinya sih, jangan takut-takut ya bukibuk. Kalau takut-takut alias ragu tar jadinya malah melukai kuku anak. Pokoknya kudu yakin dan pelan-pelan aja, jangan maksain harus bisa dipotong semua dalam satu waktu kalau memang anaknya gak bisa diam.

Sekian ya tips (enggak) penting dari Ibun ✌🏻😂

 

Salam sayang dari Alta dan Ibun.

 

#nb : maaf ya kalo episode kali ini kebanyakan kata “si anak” ataupun “sahabat ibun”. Semoga pembaca gak bingung bacanya, maklum penulis amatiran hahahaaa 🙈