Haloo kali ini bu'az mau curhat curhat lewat tulisan nih. Pengalaman pribadi banget bolehlah ya di share ke moms. Galau tingkat dewa gak sih ketika dihadapkan disuatu pilihan yang sulit untuk memilih tetap berkerja dikantor atau menjadi ibu rumah tangga ?

Alhamdulilah bu'az dikasih Allah kepercayaan langsung buat jadi seorang ibu. Nikah bulan Desember dan Januarinya ternyata langsung telat datang bulan. Setelah tau kalau bu'az hamil pasti ada perbedaan untuk menjalani aktivitas secara rumah di bekasi dan kantor di Benhil. Ke kantor pakai motor boncengan sama ay'az (ayah Azka). Di motor lebih pelan-pelan yang menyebabkan pegel duduk dimotor lama-lama. Karena takut hamilnya kenapa-kenapa akhirnya kita memutuskan untuk kos didaerah Kuningan, seengaknya lebih dekat dari pada dari bekasi.

[Dua Bulan Kehamilan]
Baru saja kos dua minggu mulai baper kadang inget mama dan pengen sama mama terus bawaannya, ditambah lagi karena pekerjaan yang tadinya santai kok jadi banyak ya dan mikir kok bos lebih sering nyuruh-nyuruh pergi ke proyek buat meeting. Sedangkan di proyek itu udaranya gak bersih dan pekerja banyak yang ngerokok. Mulai tidak efektif kerja karena bos kok gak punya hati ya menyuruh bu'az yang baru hamil kecil untuk fotocopy ke atas dan ke proyek-proyek. Akhirnya memutuskan untuk resign karena bu'az memilih kesehatan anak yang ada dalam perut.



Setelah resign bu'az menjalani kehamilannya dengan diam diri dirumah. Bosan ? Ya sangat bosan yang biasanya pagi-pagi sudah jalan kantor dan pulang malam sekarang hanya bisa dirumah saja. Butuh penyesuaian untuk melupakan kenangan-kenangan manis mendapatkan gaji bulanan dan moment yang paling mengesalkan ketika buka sosial media melihat teman-teman dapat hangout bersama yang lainnya. Masa peralihan ini sangat menguras hati bu'az.

Akhirnya Azka lahir hari Jumat dibulan September 2016. Hari yang ditunggu-tunggu telah tiba karena ada pekerjaan baru yang harus dikerjaan setiap harinya. Beda dari pada yang lain bayaran dari pekerjaannya adalah tumbuh kembang anak yang membuat bu'az bahagia. Jika kerja dibayar oleh gaji, kalau ibu rumah tangga dibayar oleh senyuman anak itu adalah anugerah yang luar biasa bahagianya.

Sempat berfikir "ah kalau Azka udah umur tiga bulan, mau kerja lagi ah" ternyata khayalan itu sirna karena pa'az tidak menyetujui bu'az kerja lagi. Sebagai istri tentunya kecewa karena dilarang berkerja dikantoran lagi. Tapi balik lagi, anak saya itu tanggung jawab ibunya. Bukan tanggung jawab neneknya, asisten rumah tangga, ataupun baby sisternya. Semua anak butuh sosok ibu yang melahirkannya karena waktu terbaik untuk anak adalah bersama ibunya.



Putar otak putar pikiran apa yaa yang
bisa saya kerjakan. Dirumah tapi tetap berpenghasilan. Memberanikan diri untuk usaha online shop dengan menjual baju anak, makanan import dan jualan pulsa. Mikirnya sih kalau bajunya tidak laku terjual bisa buat anaknya sendiri. Merambat ke dunia online shop yang sampai sekarang bu'az mempunyai penghasilan cukup tidak perlu kerja kantoran dan tetap bisa menghandel anak.

Sejujurnya bu'az ini hanyalah seorang ibu biasa yang sangat menginginkan untuk kerja kantoran hanya karena ingin kunpul dengan teman. Tapi jika disuruh pilih lagi pilihannya pun tetap jatuh untuk menjadi ibu rumah tangga untuk mengurus anak dan suami. Kebahagiaan seorang ibu itu hanyalah sesimple melihat anak sehat dan bahagia. Pekerjaan menjadi ibu rumah tangga suatu hal yang mulia.

Seorang sarjana berkerja hanya menjadi seorang ibu rumah tangga ? Kenapa tidak ? Karena anak yang hebat berasal dari ibu yang selalu mendampinginya...