Semula, saya nggak pernah memprediksi bahwa saya akan menjadi seorang ibu rumah tangga. Pasalnya, saya (sebenarnya) adalah orang yang mudah bosan, dan nggak terlalu betah "nganggur" di rumah. Nganggur dikit aja, saya langsung "kabur" ke kafe, tempat ngopi, atau spot lainnya yang bisa membuahkan inspirasi. 

Terlebih lagi, setelah memilih jalur karir sebagai seorang jurnalis, yang tentu saja, pergerakannya sangat dinamis, harus "menclak-menclok" dan rajin jalan-jalan, mencari bahan artikel. Duh, apa rasanya ya, kalau harus jadi seorang ibu rumah tangga?


Sumber: www.entitymag.com

Memang, kali pertama saya menjadi stay-at-home-mom, saya sempat agak frustasi. Semua berubah drastis. Saya nggak bisa pergi semaunya lagi. Pun, kehidupan sosial agak menyempit. Saya, yang biasa menjalin pertemanan baru di objek-objek liputan, jadi seseorang yang agak antisosial. 

Satu hal yang sedikit menyesak adalah ketika saya merasa kemampuan menulis saya nggak berkembang, malah cenderung "mandeg". Diam di tempat. Dan lama-lama bisa menyusut. Menciut. 

Rasanya, saya semakin jauh dari cita-cita saya sejak kecil, yakni jadi seorang penulis. Pada masa-masa pesimis tersebut, ada kalanya saya merasa "nihil".

Masihkah bisa saya mengejar cita-cita saya, mimpi saya, tanpa harus menanggalkan peran sebagai seorang ibu? 


Sumber: www.phdcomics.com

Jawabannya: Tentu saja bisa, sangat bisa!

Bahkan, beberapa penulis terkenal dan pebisnis hebat di dunia bermula dari seorang ibu rumah tangga, lho! Salah satunya adalah penulis novel Twilight, Stephenie Meyer. (Intip beritanya di sini --> 5 Ibu Rumah Tangga yang Sukses Jadi Miliarder)

Selain itu, cita-cita saya sebagai penulis (meskipun sudah menjadi ibu rumah tangga) juga seakan terwakilkan dengan bermunculannya buku-buku lokal yang ditulis oleh kaum ibu, seperti Happy Little Soul yang ditulis oleh Retno Hening.


Stephenie Meyer, penulis seri novel Twilight, yang berawal dari ibu rumah tangga. 
Sumber: Forbes.com


Ya, justru dengan menjadi ibu rumah tangga, kita akan bertemu dengan hal-hal baru setiap hari, kan? Dan, bukankah hal-hal ini juga merupakan inspirasi?

Apa Saja ya Tips dan Triknya?
Menjadi ibu rumah tangga itu nggak mudah! Rasanya, 24 jam nggak cukup untuk melakukan semua hal yang berkaitan dengan rumah tangga--mengurus anak, beres-beres rumah, memasak, mencuci piring, mencuci pakaian, beres-beres rumah lagi, dst. Apa masih mungkin mengejar mimpi lain di luar itu, ya? 

Mungkin saja, kok! Akhir-akhir ini, mata saya seakan terbuka lebar. Dengan berbagai kemudahan yang tersedia oleh teknologi, kita juga masih bisa mengejar mimpi kita masing-masing, Moms!


Meski bekerja dari rumah, keluarga tetap jadi fokus utama. 
Sumber: Hrnews.co.uk


Belakangan ini, saya coba mendata, hal-hal apa saja yang harus saya lakukan dan perhatikan untuk menggapai mimpi saya ini. Apa saja?

1. Tetap fokuskan diri untuk keluarga.
Nah, hal ini (menurut saya) kadang dilupakan oleh beberapa orang yang mencoba berkarir dari rumah. Keluarga lantas dinomorduakan. Padahal, satu hal yang harus selalu diingat, kesuksesan utama itu adalah membuat keluarga bahagia. Iya nggak, sih? 

2. Manajemen waktu itu perlu. 
Saya termasuk ke dalam orang yang agak kurang disiplin dalam manajemen waktu. Sering menunda pekerjaan dan jadinya keteteran. Cuma, saya sadar, kalau saya mau menggapai mimpi, disiplin itu penting.

Saya mencoba membuat jadwal saya sendiri. Berhubung saya adalah IRT tanpa bantuan, jadwalnya harus menyesuaikan dengan pola aktivitas anak-anak. Dan, tetap selingi beberapa waktu untuk rehat, ya!

3. Pastikan bahwa kita mengejar mimpi, bukan hanya mengejar materi. 
Mimpi itu apa sih? Apa mimpi atau cita-cita kita hanya terbatas dengan sekadar bisa menjadi ibu-ibu trendi, menenteng tas branded, atau jadi sosialita dan mengejar eksistensi?

Hmmm, kayanya cita-cita nggak sepicisan itu sih. Dalam hati kita yang terdalam, kita pasti tahu kok, apa impian kita sebenarnya, impian yang nggak pernah berhenti membuat kita terkesan. 

4. Kumpulkan niat yang kuat dan rasa percaya diri tinggi. 
Untuk poin yang ini, saya pun masih mencoba melakukannya sebisa mungkin. Karena, nggak ada yang nggak mungkin kalau niat kita sudah kuat, dan tekad sudah bulat. 

Selain itu, satu hal yang sedang saya tanamkan pada diri saya: saya harus mulai mencintai diri saya sendiri, menghargai diri saya sendiri, dan berhenti membanding-bandingkan diri sama orang lain. 

5. Rajin bersosialisasi dengan komunitas dalam bidang yang berkaitan.
Dengan majunya teknologi informasi dan komunikasi, kita bisa mencari apa saja melalui internet, bukan? Nah, daripada mencari hal-hal yang kurang bermanfaat, nggak ada salahnya kan kalau kita mulai bergabung dalam komunitas-komunitas yang sesuai dengan minat dan cita-cita kita? Nggak hanya menambah teman, kita juga bisa saling berbagi informasi dan inspirasi melalui komunitas itu, bukan?

***

Jadi, apakah pendapat Moms tentang hal ini? Apakah seorang ibu rumah tangga (seperti saya) masih boleh menggapai mimpi?