Tali Pusar

Tali pusar merupakan bagian esensial dalam kehidupan si kecil dalam kandungan. Manfaatnya sebagai penghubung ibu dan janin untuk mengalirkan nutrisi dan oksigen ini tentu sangat berperan besar dalam tumbuh kembangnya dalam kandungan. Kemudian, saat dilahirkan, tali pusar sudah tidak lagi diperlukan untuk memasok kebutuhan si kecil. Sehingga, tali pusar dipotong dan dijepot dengan penjepit khusus. Kamu tidak perlu khawatir bayi merasa sakit karena tidak ada saraf yang terdapat dalam tali pusar sehingga saat dipotong tidak akan menimbulkan rasa tidak nyaman pada bayi.
 

source: https://www.whattoexpect.com/


 


Perawatan Tali Pusar

Merawat tali pusar bayi pada dasarnya tidak mudah, tetapi juga tidak sulit apabila kamu memang terbiasa untuk melakukan hal-hal yang teliti dengan kehati-hatian tinggi. Biasanya, tali pusat bayi akan mengering dan puput dengan sendirinya setelah dipotong. Waktunya pun berbeda tiap bayi, biasanya sekitar 1-3 minggu. Sambil menunggu tali pusar puput dengan sendirinya, kamu perlu melakukan perawatan yang tepat agar tali pusar cepar mengering dan tidak menimbulkan gejala infeksi yang serius. 
 

source: https://www.johnsonsbaby.com.ph/


Berikut ini adalah beberapa hal penting yang harus kamu perhatikan saat merawat tali pusar bayi yang baru lahir :
 

baca juga

1. Jaga Kebersihan Tali Pusar dan Area Sekitarnya

Meskipun akan mengering dan puput dengan sendirinya, tali pusar tetap harus dirawat dengan terus menjaga kebersihannya serta area sekitarnya. Dengan begitu, proses pengeringan tali pusar akan berjalan dengan lebih cepat tanpa adanya infeksi yang serius. Bersihkan juga area tali pusat dengan alkohol agar tidak ada kuman dan bakteri yang bersarang di tali pusar si kecil. Jangan lupa untuk mengoleskan perut bayi dengan lotion terlebih dahulu agar kulit bayi tidak teriritasi.

2. Jaga Agar Tetap Kering

Pastikan tali pusar bayi tetap berada dalam keadaan kering. Hal ini penting sebab tali pusar yang lembap akan lebih lama kering dan puput sehingga memerlukan perawatan yang lebih lama. Agar memastikan tali pusar tetap kering, cobalah untuk memberikan sirkulasi udara yang baik pada area perut bayi. Dengan begitu, tali pusar akan lebih cepat kering dan puput.

3. Jangan Mengalirkan Air Pada Tali Pusar

Saat memandikan bayi yang tali pusarnya belum kering dan puput, gunakanlah handuk yang sudah dibasahi. Hindari mengalirkan air, apalagi memasukan bayi ke dalam bak mandi. Hal ini penting untuk menghindari tali pusar menjadi lembap dan terinfeksi bakteri. G

4. Biarkan Tali Pusar Lepas Dengan Sendirinya

Meskipun sudah terlihat sangat kering, hindari menarik tali pusat dengan sengaja agar tidak terjadi pendarahan dan infeksi yang berisiko. Hal ini penting karena apabila belum waktunya puput, tali pusat yang ditarik sengaja dapat menimbulkan pendarahan dan bahkan menyakiti si bayi itu sendiri.
 

source: http://www.momjunction.com/


 


Hal Yang Harus Diwaspadai

Apabila suhu tubuh bayi tiba-tiba meningkat, ada indikasi terjadinya infeksi pada tali pusar di si kecil. Hal ini ditandai oleh :

  1. Warna kulit perut di sekitar tali pusar berubah menjadi kemerahan dan membengkak.
  2. Suhu tubuh meningkatlebih hingga lebih dari 38 derajat.
  3. Tali pusar mengeluarkan nanah dan menimbulkan bau tidak sedap.
  4. Terjadi pendarahan yang tidak berhenti.
  5. Bayi terlihat kesakitan hingga rewel meskipun tidak disentuh.
source: http://pregnancyandbaby.com/


Apabila hal ini terjadi, segera konsultasikan kondisi si kecil pada dokter untuk segera mendapatkan perawatan khusus. Hal ini penting agar infeksi tali pusar tidak bertambah parah.