Penyebab Munculnya Jerawat Bayi

Jerawat bayi sangat wajar terjadi di awal-awal kelahiran sampai usia bayi menjelang tiga bulan. Jerawat ini berupa benjolan putih atau merah yang dikelilingi kulit kemerahan. Bayi laki-laki lebih mudah terkena jerawat dari pada bayi perempuan. Kadang bintik merah pada bayi bisa juga bukan jerawat, melainkan milia, benjolan putih yang biasa muncul di pipi dan hidung semenjak bayi lahir dari perut Ibu, 
Jerawat bayi dibedakan menjadi dua Moms, yaitu :
  • Jerawat Neonatal. Umumnya jerawat ini muncul dalam tiga bulan pertama setelah kelahiran dan berlangsungselama tidak lebih dari beberapa bulan. Jerawat Neonatal akan hilang dengan sendirinya.
  • Jerawat Infantil. Jerawat Infantil muncul pada saat bayi berusia 3-6 bulan dan akan hilang dalam waktu satu atau dua tahun. Jerawat ini biasanya dihilangkan dengan obat tertentu atas rekomendasi dokter.

Penyebab munculnya jerawat bayi (acne neonatorum) sebenarnya belum diketahui secara pasti. Tapi, jerawat pada bayi sering dikaitkan dengan perubahan hormon yang mempengaruhi kinera kelenjar minyak pada kulit bayi. erawat bayi juga kerap dikaitkan dengan hormon androgen yang masuk ke dalam tubuh bayi melalui plasenta pada waktu di dalam kandungan atau melalui ASI. Penyebab lain adalah obat yang dikonsumsi Ibu sewaktu hamil.

 
source: https://www.babycenter.com/ims/2013/03/136651134_wide.jpg

Tips Mengatasi Jerawat Bayi

Jerawat bayi biasanya akan hilang dengan sendirinya setelah beberapa minggu tapi ada juga yang bertahan hingga beberapa bulan. Apabila jerawat tidak menganggu dan berangsur hilang, tidak ada pengobatan khusus yang direkomendasikan.

Tapi Moms, jika jerawat bayi ini tidak kunjung hilang setelah 3 bulan, maka segera periksakan si kecil ke dokter. Dokter bisa meresepkan obat untuk mengatasi jerawat. Apabila jerawat tidak juga hilang, maka ada kemungkinan si kecil akan memiliki masalah jerawat pada saat remaja kelak.
Nah Moms, berikut adalah langkah yang boleh dan tidak boleh kamu lakukan :

  • Cuci wajah bayi dengan sabun bayi yang memiliki formula ringan. Tapi jangan terlalu sering mencuci nya ya Moms, lakukan cukup sehari sekali atau ketika mandi. Bisa jadi bayi sensitif terhadap penggunaan sabun atau produk tertentu, jika itu terjadi,hentikan sementara dan tunggu membaik. Sebagai gantinya Moms bisa menggunakan bola kapas yang dicelup air hangat. 
  • Sangat penting menjaga kulit bayi bersih dan kering, jadi keringkan segera setelah bayi mandi atau membersihkan muka. Bersihkan dan keringkan muka bayi dengan handuk lembut yang bersih, caranya dengan memberikan tepukan perlahan pada area yang terkena jerawat.
source: https://i.pinimg.com/736x/47/fc/b6/47fcb662c89235055210d117c9d92395--baby-acne-baby-skin.jpg
baca juga

Hindari beberapa hal berikut saat merawat jerawat bayi

  1. Jangan memencet atau menyentuh jerawat pada area kulit bayi karena akan berpotensi menimbulkan iriitasi atau infeksi.
  2. Jangan menggunakan obat jerawat sembarangan tanpa rekomendasi dokter
  3. Menggunakan lotion yang berminyak pada area jerawat bayi. Hal ini bisa membuat jerawat bayi bertambah parah. Beberapa orang tua terbantu dengan krem tanpa kandungan minyak. Apabila kamu ingin mencobanya, cobalah tipis-tipis diarea jerawat dan awasi penggunaan selama beberapa waktu. Jika sekiranya tidak semakin membaik, maka hentikan penggunaan krem.
source: http://Livestrong.com
  • Moms bisa juga menggunakan bedak bayi tapi dengan syarat gunakan cukup di area jerawat dan perhatikan cara memberikan bedak. Cukup beri tepuk pili bayi dengan kapas bulat yang sudah diberi bedak. Ingat, jangan sampai terhirup, atau terkena mata dan mulut bayi yah Moms.
  • Jika Moms menyusui si kecil, cobalah diet sehat dan ubah pola makan kamu. Beberaoa makanan mungkin memicu munculnya jerawat. KOnsultasikan dengan dokter anak anda ya Moms.
  • Apabila jerawat tidak kunjung membaik bahkan menyebar ke beberapa tempat, segera kunjungi dokter dan konsultasikan segera ya Moms.