Sedang Mewabah, Yuk Kenali dan Cara Pencegahan Penyakit Difteri!

Difteri merupakan penyakit infeksi yang disebabkan oleh bakteri Corynebacterium diptheriae yang umumnya menyerang selaput lendir pada hidung dan tenggorokan. Gejala awal penyakit difteri berupa sakit tenggorokan, demam dan terbentuknya lapisan di tenggorokan. Dalam kasus yang parah infeksi bisa menyebar ke organ lain di seluruh tubuh. Seperti jantung dan sistem syaraf.
Difteri banyak ditemukan di negara berkembang seperti Indoensia, dimana tngkat kesadaran vaksinasi masih tergolong rendah. Difteri bisa menyerang siapa saja dengan usia berapapun.

source: https://telegraf.com.ua/files/2016/01/sredstva_ot_kashlja.jpg

Penularan Difteri

Bakteri Corynebacterium Diptheriae menyebar dengan mudah dan cepat, apalagi bagi orang-orang yang sebelumnya tidak mendapatkan vaksin difteri. Penularan bakteri terjadi pada saat :

  • Ketika orang menghirup udara yang mengandung percikan air liur pengidap saat dia bersin maupun batuk. Penularan ini adalah penularan paling umum terjadi.
  • Kontak langsung dengan borok atau luka pada kulit pengidap. Biasanya hal ini terjadi pada pengidap yang tinggal dilingkungan yang tidak bersih.
  • Melalui barang yang terkontaminasi bakteri. Kamu dapat terinfeksi bakteri dengan memegang tisu bekas orang yang terinfeksi bakteri, minum dari gelas yang tidak dicuci dengan bersih, atau kontak sejenis yang dapat membuat kita terkontaminasi bakteri difteri. Pada kasus yang langka, difteri dapat pula menyebar melalui peralatan rumah tangga yang digunakan bersama seperti handuk, atau mainan. 

Bakteri difteri akan menghasilkan racun yang membunuh sel-sel sehat dalam tenggorokan hingga menjadi sel mati, Kumpulan sel mati ini kemudian membentuk membran (lapisan tipis) abu-abu pada tenggorokan. Racun dari bakteri juga dapat menyebar melalui aliran darah, sehingga menyebabkan kerusakan pada jantung, ginjal dan aliran syaraf.
Gejala difteri terkadang tidak dapat dirasakan oleh penderita, sehingga penderita tidak menyadari bahwa dirinya sedang terjangkit bakteri dan menularkannya pada orang lain. 

source: https://himama.s3.amazonaws.com/uploads/blog_post/image/239/header_sick-kid.jpeg
baca juga

Faktor pemicu dan penanganan Difteri

Difteri dengan mudah menyebar karena beberapa faktor pemicu berikut ini :

  • Orag-orang yang sebelumya tidak mendapatkan vaksin
  • lingkungan yang kurang bersih dan padat penduduk
  • Lingkungan tempat tinggal merupakan asal terjangkitnya bakteri
  • Orang-orang dengan riwayat gangguan sistem imun
  • orang-orang yang terkena AIDS
  • Orang dengan imun rendah seperti anak-anak dan orang tua

Difteri dapat sembuh jika ditangani secara tepat dan benar. Dokter akan memberikan suntikan antitoksin untuk melawan racun yang dihasilkan oleh bakteri.Selain itu dokter akan memberikan antibiotik untuk membantu mengatasi infeksi.Penggunaan antibiotik sesuai dengan tingkat keparahan penderita. Setelah itu dokter akan merekomendasikan pemberian vaksin untuk mengantisipasi terjangkitnya kembali penderita.
 

source: https://www.alternativesante.fr/upload/cache/medias/bebe-vaccin_w837_h553_r4_q90.jpg

Dokter pasti akan menyarankan pasien untuk melakukan perawatan selama beberapa hari di rumah sakit. Hal ini mengingat penyakit tersebut sangat menular dan berbahaya. 
Selain pengobatan, kita juga harus melakukan pencegahan dengan memperhatikan faktor pemicu terjangkitnya penyakit difteri. Makan dengan gizi seimbang, olah raga teratur dan hidup bersih dan sehat dapat membantu kamu sekeluarga terhindar dari bakteri. Hal yang jangan sampai terlupa adalah pemverian vaksin difteri secara berkala.